iT’ Me- Menjaga hubungan keluarga agar tetap baik memang sangat penting, bukan hanya kepada keluarga, tetapi kepada sesama manusia. Meski sifat-sifat serakah manusia tidak dapat di hindari, entah itu keluarga atau orang lain. Seperti yang orangtuaku alami, mereka di bohongi oleh keluarga sendiri, dia adalah Istri dari saudara kandung ayahku. Waktu ayah dan tante berbincang-bincang soal penerimaan pegawai negeri sipil, kemudian ayahku memberitahukan kalau beberapa keluarga ingin mendaftar sebagai pns. Singkat cerita, tante langsung meng iyakan membantu keluarga kami agar bisa jadi pns, tetapi dengan syarat yaitu bayar sekian juta per orang. Entah apa yang dipikirkan ayahku, dia pun langsung percaya dan memberitahukan kepada keluarga kami.

Selang beberapa minggu, akhirnya ada lebih lima orang keluarga yang berminat, mereka pun mengirim uang ke rekening tante, puluhan juta masuk kerekeningnya. Karena ayahku tidak ingin mengambil resiko, ia menyarankan kepada keluarga untuk melakukan transaksi langsung ke rekening tante untuk menghindari fitnah. Setelah duit sudah masih kerekening tante, waktu pun berlalu, tidak ada kejelasan. Orang-orang yang sudah membayar, termasuk di dalamnya keluarga mulai menuntut agar uang mereka di kembalikan. Karena sadar di bohongi, ayah dan ibuku terus mendesak tante agar mengembalikan uang korban, tetapi tante berbelit-belit. Dugaan kami kalau duit itu sudah di pakai berpoya-poya dan sampai kemarin aku mendengar cerita itu, jujur aku sangat marah. Karena hampir empat puluh juta uang orangtuaku habis membayar korban yang datang menagih di rumah. Sedangkan tenta hanya santai, banyak alasan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Suami dari tante yang menipu orangtuaku hanya bayar korban mungkin tidak lebih dari sekali, kurang lebih lima juta kepada satu korban. Sisanya orangtuaku yang bayar, padahal mereka harusnya bertanggungjawab melunasi yang masih tersisa, kisaran dua puluh juta rupiah. Mendengar ibu menceritakan ini, aku langsung memberikan warning kepada ibuku, khususnya ayahku agar tidak mudah percaya kepada keluarga, siapa pun itu. Karena bukan hanya sekali orangtuaku di tipu oleh keluarga sendiri, harusnya sudah bisa belajar dari yang lalu-lalu. Aku sendiri bukan orang yang terlalu dekat dengan keluarga, dari dulu aku senang mandiri. Aku tipe orang yang paling malas berurusan dengan keluarga, khususnya soal uang atau utang piutang. Lebih baik aku di nilai pelit dan sombong daripada pada akhirnya akan mengalami sama seperti orangtuaku. Bahkan ayahku hampir di penjarakan oleh keluarga sendiri yang menjadi korban dari akal bulus tente. Untung ibuku sangat tegas dan cukup berani, sehingga keluarga tersebut mengurungkan niat memenjarakan ayahku. Karena kalau ayahku di penjara bagaimana mau mengembalikan uang mereka, sedangkan ibuku tidak memiliki pekerjaan.

Ini adalah kisah nyata, realita dimana beberapa dari “keluarga”  sudah kehilangan hati nuraninya. Mungkin juga ayahku terlalu polos, mudah percaya. Niat baik memang tidak selamanya menghasilkan kebahagiakan, niat membantu keluarga sendiri dan orang lain justru menimbulkan penderitaan yang membuat orangtuaku sangat terhempit masalah keuangan, semua kesusahan semenjak kejadian memalukan yang dilakukan oleh tanteku. Bukan bermaksud mengumbar aib, hanya supaya kisah ini bisa menjadi pelajaran agar terhindar dari hal serupa. Entah sampai kapan orantuaku bisa menanggung beban ini, apalagi ibuku, dia wanita tidak mengenal takut. Aku khawatir kalau ibu tidak lagi mampu menahan diri, tetapi aku selalu mengingatkannya agar tetap sabar. Serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, semua ada hikmahnya. Bersyukur sampai saat ini ayahku masih terus berupaya menyelesaikan persoalan ini, meskipun dia harus mati-matian mencari duit dan aku bisa merasakan betapa terlukanya ibuku. Dan untuk saat ini aku hanya bisa berdoa agar mereka mampu melewati masa-masa sulit ini, yang jelas aku pun tidak akan tinggal diam. Entah melalui orangtua atau adik-adik, aku akan berusaha membantu mereka. Kalu pun belum bisa membantu dalam hal membayar ganti rugi yang tidak seharusnya orangtuaku tanggung, mungkin dengan cara yang lain.



Latest posts by arpan (see all)