itsme.id- Disahkannya perppu ormas radikal dalam hal ini HTI masih menyimpan ketidakpuasan dalam hati bersangkutan, seolah-olah ingin berargumen “yang harus di bubarkan itu selain islam, karena hanya islam yang memenuhi syarat dalam sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)”. Mereka yang jelas-jelas anti pancasila tentu tidak terima, apalagi yang di bubarkan adalah ormas penyeru  pemerintahan khhilaf, dari sinilah timbul kesan pemerintah anti islam. Padahal tujuan pemerintah agar ideologi pancasila tetap menjadi landasan bagi setiap warga negara. Tidak boleh ada ideologi lain selain pancasilan dan tidak boleh ada seruan lain selain seruan damai dan saling hormat-menghormati antar penganut agama. Dengan begitu dapat mencegah gesekan antar penganut agama.

Kita bisa melihat situasi semakin melebar, semakin banyak orang berani menyinggung dengan terang-terangan rana ketuhanan pengamut agama lain, bahkan di kaitkan dengan sila pertama. Entah apa tujuannya, seperti sudah sangat yakin bahwa negara ini akan lebih baik tanpa campur tangan agama-agama lain. Negara ini merdaka pun karena para pejuang tidak lagi mempersoalkan ketuhanan masing-masing, bisa di bayangkan kalau dalam situasi melawan musuh dalam hal ini penjajah, mereka masih berdebat tentang ketuhanan masing-masing, bukankah itu bisa saja menimbukan perpecahan dan bagaimana bisa mengusir penjajah kalau mereka sendiri dalam keadaan berselisih, bisa jadi mereka yang saling berperang. Ini hanya andaian semata, tetapi negara kita kuat karena ada persatuan dan kesatuan, tidak saling mengganggu, memaksa ataupun menyinggung. Bahkan dalam nilai-nila ketuhanan.

Jika kita mengukur kebenaran agama seseorang dengan ajaran agama yang kita yakini, tentu lebih cenderung menimbulkan perdebatan bahkan bisa berimbas kepada pertikaian. Sebab masing-masing agama memiliki prinsip yang berbeda satu sama lain. Dan perbedaan ini sah di negara kita indonesia, bahkan negara menganjurkan untuk bersatu meskipun berbeda dalam tata ibadah. Muda-mudahan kutipan di bawah ini bisa menjelaskan bahwa pada hakekatnya agama-agama di negara ini memenuhi syarat sebagai agama Berketuhanan Yang Maha Esa:

Islam: QS Al-Baqarah [2]:21

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Kristen: Markus 12:29

Jawab Isa: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Hindu: (Ṛgveda X.90.2)

(Tuhan sebagai wujud kesadaran agung merupakan asal dari segala yang telah ada dan yang akan ada. Ia adalah raja di alam yang abadi dan juga di bumi ini yang hidup dan berkembang dengan makanan)

Budha: Kitab Udana VIII, 3

“ Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, dan pemunculan dari sebab yang lalu. “

Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Buddha adalah “ Atthi Ajâtam Abhûtam Akatam Asankhatam “ (dalam bahasa Pâli), yang artinya “Suatu yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan, Yang Mutlak”. Sedangkan istilah Asankhata dalam bahasa Pâli berarti Yang Maha Esa atau Yang Mutlak.

Konghucu:“ kekuasaan dan bimbingan dari Thian (Tuhan YME) sangat luas dan dalam hal ini diluar jangkauan suara, sentuhan, atau penciuman” (She Cing IV Wen Wang 1/7).).



Latest posts by arpan (see all)