Its My Faith

Ketika Laknat, Murka, Hukuman, Siksaan Dan Azab Allah Lebih Di tonjolkan Daripada Ampunan Dan Kasih Sayang-Nya

oleh Mr BeN

5 March 2018

iTs me – Dalam berbagai kesempatan,  kata-kata seperti laknat Allah, murka Allah, hukuman Allah, azab Allah, siksaan Allah, dan lain sebagainya, sering disampaikan dengan begitu lantang oleh para penceramah. Sayangnya ini seringkali tidak pas dengan pemahaman kontekstual terhadap murka-Nya dengan ampunan-Nya yang sangat luas serta kasih sayang-Nya yang sangat besar bagi makhluk-makhluk-Nya.

TUHAN KITA MAHA PENGASIH DAN MAHA PENGAMPUN

قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَاوَاتِ وَٱلأَرْضِ قُل لِّلَّهِ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيهِ ٱلَّذِينَ خَسِرُوۤاْ أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: ‘Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi.’ Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah.’ Dia telah menetapkan atas Diri-Nya hukum kasih sayang. (bahasa Arab: Kataba ala nafsihi i-rahma). Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak adakeraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman ” Q.S. Al-An’aam [6]:12.

Pernyataan ‘Dia telah menetapkan atas Diri-Nya hukum’ (bahasa Arab: Kataba ala nafsihi) adalah kuncinya. Pernyataan ini hanya muncul dua kali di dalam Al-Qur’an dan dalam keduanya mengacu pada ampunan-Nya (bahasa Arab: Rahmah)

وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَن عَمِلَ مِنكُمْ سُوۤءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: ‘Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Q.S. Al-An’aam [6]:54.

ALLAH MAHA ADIL DAN IA ADALAH TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN

Ampunan Allah jelas tersampaikan dalam ayat berikut. Kebaikan seseorang diganjar pahala dalam jumlah yang berlipat-lipat. Sedangkan di sisi lain kejahatan hanya dihukum sebatas besarnya kejahatan yang dilakukan tersebut. Meskipun demikian terhadap kejahatan masih dibukakan pintu taubat.

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَىۤ إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)” Q.S. Al-An’aam [6]:160.

AMPUNAN ALLAH DITEGASKAN LAGI

وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَـآ إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِيۤ أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَآءُ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman ‘Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki namun rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang berian kepada ayat-ayat Kami.” Q.S. Al-‘Araaf [7]:156.

KESIMPULAN
Allah menciptakan kita dari kekosongan. Dia lah yang menganugerahi kita, Dia lah yang memelihara kita. Dia lah yang membimbing kita, dan Dia pula lah yang mengampuni kita dan memberikan rahman-Nya. Allah terus memberikan ampunan-Nya bila kita bertobat dengan baik kembali ke jalan yang benar. Ia melipat gandakan amal baik kita, namun hanya menghukum kejahatan sesuai dengan besarnya kejahatan yang diperbuat, tidak kurang, tidak lebih.

Akhirnya, bila kita tetap dihukum untuk menerima murka Allah setelah rahmat dan ampunan-Nya yang sedemikian besar, maka jelas-jelas kita telah gagal.

Ya Tuhan Penguasa Hari Kiamat, Pencipta Surga dan Bumi serta segala  yang ada di antaranya, Tuhan yang disembah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Muhammad. Kami selamanya adalah hamba-Mu, yang tunduk berserah diri. Bimbinglah kami ke jalan yang Engkau berkahi dan rahmati yang membawa kami kepada kebenaran sebagaimana Engkau kehendaki. Lindungilah kami dari orang-orang yang membisikkan kejahatan dan membawa kami pada kesesatan.

Amin.

Baca Juga :

Allah Sebagai Tuhan Kehancuran?
Murtadin, Halalkah Darahnya?
Perang Suci Yang Tak Suci
Jangan Batasi Hikmah

 

Mr BeN

Dirut PT. Internasional Fokus Media (Group) Ketua Yayasan Ekual Akses Indonesia Kepala Divisi Media Yayasan Hidayah Bangsa