Its NOT Me

Ketika aksi heroik dibalas dengan nyinyir

oleh DerielHD

24 August 2018

Sepertinya nyinyir menjadi salah satu karakter yang akhir-akhir ini menjadi viral dan mulai mendarah daging dikalangan masyarakat Indonesia. Yang di nynyirin bisa apa aja, mulai dari masakan emak-emak yang kurang garam, hingga ke dunia politik. Mulai dari urusan pribadi, hingga ke urusan tetangga.

Apa itu nyinyir? Menurut KBBI, kata nyinyir sendiri berarti mengulang-ulang suatu perintah, cerewet. Atau bisa juga diartikan sebagai sebuah sifat atau kebiasaan. Mengapa orang suka nyinyir? Jadi pada dasarnya ketika puasan terhadap segala sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan harapan orang tersebut membuatnya menjadi cerewet.

Nah, ngomong-ngomong soal nyinyir, baru-baru ini saya rasa hamper semua kita menyaksikan perjuangan atlit badminton di Asean Games kan? Seru doong ketika kita melihat putra dan putri terbaik bangsa ini berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Mulai dari sepak bola, panahan, renang, paralayang, hingga pencak silat, mereka semua berlomba untuk memberikan yang terbaik buat Indonesia tercinta.

baca juga : (Jangan) Membangun Generasi Cemen!

Heroik! Kira-kira satu kata itu yang bisa menggambarkan perjuangan seorang Anthony Ginting ketika berjuang dalam perlombaan badminton melawan tunggal Tiongkok. Dari babak pertama hingga babak ketiga, Anthony sebenarnya bisa mengimbangi perlawanan dari tunggal tiongkok, bahkan hamper saja memenangkan pertandingan sore itu. Namun nasib naas harus dialami ketika pada poin-poin krusial, justru Anthony harus mengalami kram pada otot paha hingga mengakibatkan dirinya harus menarik diri dari pertandingan tersebut. Saya saja yang menyaksikan ekspresi wajah dari Anthony, tahu bahwa pasti dia tidak bisa mengalahkan rasa sakit itu. Wajahnya terlihat begitu pucat, bukan karna kelelahan, tetapi karena menahan sakit. Meski beberapa kali terus mencoba untuk melanjutkan bermain, Anthony harus menyerah dan memberikan kemenangan untuk tunggal Tiongkok.

Sayangnya, ditengah perjuangan penuh kesakitan itu, masih ada saja orang-orang yang cerewet dan cenderung memberikan komen negatif kepadanya. Mulai dari menyinggung masalah mental, hingga ke masalah intelektual. Kasihan sebenarnya, bukan kasihan Anthony, tapi kasihan orang-orang cerewet itu. Mereka sedang mempertontonkan rasa nasionalis mereka yang cetek, atau bahkan tidak ada sama sekali. Mereka sedang mempertontonkan kelemahan mereka dimana saya berani jamin bahwa 99% dari mereka malah tidak pernah olahraga sama sekali.

baca juga : Tata cara berpendapat di Media sosial

Berani nyinyir berarti berani melakukan yang lebih baik. Tapi sayang, mereka hanya pandai bicara tanpa ada keinginan sedikitpun untuk berbuat sesuatu. Merekalah para raja dan ratu medsos yang merasa sok hebat dan sombong karena mendapatkan pujian dari ketololan.

Jangan ditiru ya sobat, sekali lagi, jika kita berani mengkritik seseorang, itu artinya kita sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang itu, atau minimal kita bisa membuktikan bahwa kita sanggup melakukan. Kalo hanya nyinyir, itu mah kerjaan orang bodoh aja.

Terus berjuang wahai Putra dan Putri terbaik bangsa! Terus persembahkan yang terbaik untuk Indonesia tercinta. Kiranya Tuhan, Sang Maha Bijaksana, selalu menyertai perjuangan kalian!

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis