Its My Life

KELAS NANI WARTABONE

oleh arpan

1 March 2019

Komunitas Kelas Nani Wartabone berdiri dalam keadaan resah. Pendidikan di pelosok tak lagi diperjuangkan. Anak muda yang pragmatis tak lagi peduli terhadap masyarakat dipedalaman. Peran pemerintah tak lagi sampai pada kesejahteraan pendidikan. Realita yang ada anak-anak sekolah dasar banyak yang putus sekolah karena akses pendidikan yang kurang memadai. Pendidikan dipelosok menjadi suatu kenyataan yang terlupakan.

Kelas Nani Wartabone hadir dengan membawa ide-ide progresif. Bertindak dalam melakukan pengabdian di daerah pelosok. Mendampingi anak-anak dan berjuang agar mereka mendapatkan pendidikan yang setara dengan sekolah yang ada di kota. Hadir dengan rasa kekecewaan akan ketidak pedulian banyak orang. Membuktikan kepada masyarakat bahwa masih ada generasi muda yang menaruh kepedulian pada orang-orang yang kurang akan keadilan.

Hadir dengan tujuan yang sama dan berjuang secara kolektif. Menjaring anak muda untuk melakukan kegiatan sosial. Membudayakan pengabdian di daerah pelosok. Menandingi upaya pendidikan yang melakukan indoktrinisasi yang membuat peserta didik tak lagi mendapatkan petualangan. Yang membuat peserta didik berorientasi pada kehidupan pragmatis hingga tak ada lagi kepedulian pada orang-orang dipelosok. Hadir untuk membawa ide-ide kreatif. Menampung pemikiran-pemikaran yang mampu membawa perubahan. Oleh karena itu didalamnya banyak kegiatan bersifat educative. Mulai dari belajar bersama alam, belajar diluar jam sekolah dan belajar bersama rakyat. Hidup bersama petani-petani. Beraktifitas sebagai petani yang mampu menghadirkan sikap sosial yang tinggi.

Selain menjadi guru bagi anak-anak, kami hidup menjadi petani. Ikut menanam dan merawat tumbuhan. Mengetahui makna filosofi alam. Bahwa petani adalah penolong bumi. Alam member segala yang dibutuhkan. Dan petani memetik hasil alam tersebut dengan member apa yang alam butuhkan juga.

Waolo, adalah dusun yang berada di pegunungan yang secara adminiostrasi terletak di kabupaten Bonebolango. Dusun yang jauh yang hanya dapat diaksaes dengan berjalan kaki. Dusun yang mempunyai gudang mimpi. Mimpi dari anak-anak yang ingin menjadi presiden agar kelak hadir presiden yang mampu mengubah nasib orang-orang seperti mereka. Mimpi petani agar kesejahteran milik bersama. Bukan hanya segelintir orang-orang kaya saja.

Kelas Nani Wartabone mengajak anak muda yang percaya bahwa kebahagian tidak hanya dimiliki sendiri. Melawan pandangannya yang utopis bahwa masa depan yang ideal adalah hidup dengan segala kemehawan. Mempraktikan pembelajaran yang berpusat pada kesadaran kritis dalam membangun perubahan dengan cara melakukan aksi-aksi pendampingan pendidikan. Percaya bahwa anak muda yang berpandangan seperti ini mampu membawa perubahan pada masyarakat. -surya-

arpan