Its My Family

Kelak, Dia Hanya Menangis di Dadapan Tuhannya. Tidak lagi di depanmu!

oleh arpan

19 December 2017

iT’s Me– Mengenal lelakimu, ada beberapa hal yang harus kamu tahu. Pertama, dia (suamimu) mencintaimu, kedua dia mencintamu, ketiga, keempat dan seterusnya pun dia tetap mencintamu. Tetapi dusta jika dia megatakan kalau kamu yang pertama dicintainya. Dahulu, ada beberapa yang pernah singgah. Membuatnya jatuh hati dan melukainya kemudian.

Sebelum kamu hadir, dia pernah bahagia meski hanya sementara. Pada wanita lain yang dia pikir selamanya, dia pernah mengucap setia. Meski ujungnya ada hal yang tidak bisa dia dan mereka wujudkan dalam cinta. Lelakimu pernah menderita dan menangis karenanya. Ada pun kamu, wanita yang sama namun berbeda.

Kamu wanita yang sekarang hadir dan sama seperti mereka. Membuatnya menangis. Kamu wanita yang sekarang hadir, namun berbeda dari mereka. Membuatnya menagis untuk alasan yang benar-benar beda. Kamu ingin mengikatnya dalam janji selamanya, menyebut namanya dalam doa. Ketahuilah bahwa dia menangis karenanya.

Tahukah kamu, pada malam-malam dia menyebut namamu dalam doa. Dia merintih meminta agar  kalian menjadi selamanya. Dia menginginkanmu lebih dari apapun yang pernah dia minta sebelumnya. Dia benar-benar menangis ketika meminta. Memintamu untuk ada di sampingnya.

Pada matanya yang konon membuatmu tergila-gila, ada ribuan bulir yang jatuh dari sana. Sebagian turun tepat di hadapanmu, sisanya jatuh tanpa sepengetahuanmu. Dia menangis karena malu kepadamu. Menyesal atas masa lalunya. Ingin sekali dia kembali memutar waktu menjadikanmu yang pertama dan satu-satunya. tetapi tidak bisa, karena tidak akan pernah bisa. Lagi pula, karena masa lalunya yang kelam itu, bisa jadi dia adalah lelakimu yang sekarang. Lelaki yang kamu cinta.

Dia menagis karena sangat sayang kepadamu. Tidak jarang matanya perih menahan hujan dipeluknya saat bersamamu. Ketika melihatmu memandangnya, berbicara kepadanya seolah dia adalah satu-satunya alasan untukmu bahagia. Bagaimana matanya tidak berlinang saat kamu memandangnya penuh cinta?

Sebisa mungkin dia akan menahan tangisnya di depanmu. Tentu kamu tidak akan nyaman dengan lelaki yang dengan kamu tetap saja bisa merlinang air mata. Dia akan semakin tegar, semakin kuat untuk menahan tangisnya di hadapanmu. Kelak, dia hanya akan menangis di hadapan Tuhannya saja, tidak lagi di depanmu. Meskipun demikian,  alasannya menangis akan tetap sama seperti dulu. -Arief R Pribadi-

arpan