Its My Life

Kecewa Dengan Pilihan Sendiri Itu Berat, Kalian Tidak Akan Mampu. Cukup Aku Saja!

oleh arpan

27 June 2018

Tulisan ini mewakili rasa ke prihatinanku akan tanah kelahiranku yang sangat kokoh dan terang seperti namanya “KAYUBULAN” namun realita tak seterang namanya. Udaranya sangat sejuk, pemandangan laut biru menambah indahnya panorama pedesaan yang asri di tambah dengan hijaunya dedaunan dan mekarnya bunga-bunga yang indah bila di amati. Tanah kelahiranku tak begitu jauh dari perkotaan yang seharusnya hanya di tempuh dengan waktu 30 menit dari pusat perkotaan, namun kini di tempuh dengan waktu 60 menit itu karna akses jalan raya yang sudah tak layak di lintasi kendaraah bermotor.

Tanah kelahiranku yang sangat ku cinta di jaman instan seperti ini masih tak punya akses internet yang seharusnya sudah ada menara-menara jaringan yang berdiri kokoh di sana yang mampu menghubungkan tali silaturahim dengan saudara-saudariku yang ada di tanah rantau, Namun itu hanya angan-angan seorang pemuda yang punya impian besar namun belum punya pengaruh kuat untuk membangun tanah kelahirannya. Kecewa dengam pilihan sendiri itu berat, kalian tidak akan mampu cukup aku saja!

Tanah kelahiranku yang kaya akan potensi wisata alam yang di antaranya “Lendadu Padengo” yang ada di pesisir pantai SMK Pelayaran Batudaa Pantai, dan ”Taluhu Lo Bondula” yang ada di dusun biau kompleks lapangan magrib yang hijau dan setiap sore harinya ramai akan anak-anak sampai dengan orang tua pun ikut bermain bersama. Namun “apalah daya tangan tak sampai” itu pepatah yang sesuai dengan impian seorang pemuda yang belum punya pengaruh yang cukup kuat. Dan mirisnya para peminpin yang menyadari akan adanya potensi itu mereka hanya sibuk dengan memperkaya dirinya sendiri, mereka lupa akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin, mereka pun lupa diatas hingar-bingar kekeyaan yang mereka kumpulkan itu ada rakyat yang begitu menderita akan ke angkuhan mereka itu.

Hari ini tepat dimana rakyat kembali memilih Pemimpin Kepala Daerahnya masing-masing, dan aku hanya bisa kembali berharap agar mereka yang terpilih langsung dari ketulusan hati rayat insyaallah benar-benar mampu membuat mengemban amanahnya dengan baik. Kini aku tergabung dalam Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan di Gorontalo,  lembaga swadaya masyarakat yang digerakan secara swadaya, mandiri dan independen. Setidaknya dengan bergabung di lembaga ini aku bisa mengambil bagian dalam mengawal hak-hak rakyat yang di amanahkan Kepada Kepala Daerah khususnya kepala-kepala desa agar tidak terjadinya penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat dan dapat menghambat pembangunan desa.

Memang jika hanya mengkiritk tentu tidak ada habisnya, sudah saatnya memberi solusi dan bertindak. Tidak cukup hanya dengan mengamati, perlu adanya aksi. Oleh karena itu bergabung dalam salah satu lembaga adalah cara awal untuk langkah yang lebih besar, asalkan lembaga tersebut tetap pada jalurnya. Semoga setelah membaca tulisan ini kita semua bisa menyadari akan pentingnya tanggung jawab (Amanah). Setiap kita akan bertanggungjawab atas amanah yang dititpkan, termasuk saya. Oleh karena itu, mari sama-sama menjalankan amanah dengan baik dan benar, sekecil apapun amanah tersebut. Meski pun kecewa dengan situasi yang terjadi di tanah lahirku, aku sadar bahwa membangun suatu daerah butuh proses panjang tidak semudah yang dipikirkan. Maka, mari ambil bagian dalam membangun desa masing-masing, mulai dari hal-hal kecil. Apalagi zaman  milenial seperti saat ini, semua dalam gengaman tangan. Dan tempat-tempat yang menarik yang ada di daerah kita bisa terekspos dengan mudah, tinggal kembali pada  kesadaran masing. Aku yakin masih ada harapan bagi tanah kelahiranku “KAYUBULAN”!

@Sabri,CJ/Sajaddahlive

arpan