Its NOT Me

Kapolri Perintahkan Kepolisian Menjalin Kerjasama Dengan Seluruh Media Online

oleh arpan

17 July 2018

Media online, khususnya di indonesia berkembang pesat, saking pesatnya untuk membedakan yang benar-benar media online dengan abal-abal sangatlah sulit. Dan tidak sedikit informasi HOAX, radikalisme, pemecah belah muncul dari media online dan beberapa bahkan sudah di blokir pemerintah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian perintahkan jajaran humas di seluruh kepolisian mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek untuk menjalin kerjasama dengan seluruh media online yang ada di Indonesia. Kerjasama itu dilakukan untuk mempercepat akses informasi kegiatan di Kepolisian serta memperkuat solidaritas kemitraan dengan media online sebagai bentuk profesionalisme dan revolusi mental Polri.

Keberadaan media online di Indonesia yang jumlahnya sekitar 3000-an sejak era reformasi ini sangat dibutuhkan sebagai pilar keempat negara. Media harus berperan aktif dalam mencegah konflik dan menciptakan tujuan negara sesuai UUD, serta menjadi pendamping pemerintah dalam hal membangun negeri tercinta ini. Kerjasama dengan media online tersebut dalam rangka membangun kepercayaan publik dan mencegah konflik melalui pemberitaan, mulai dari Polsek sampai jajaran tertinggi kepolisian. Kerjasama ini harus sejalan dan sesuai dengan aturan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

Media online memang berperan peniting, ceoat dan mudah di akses, dan hal itu juga penyebab beberapa oknum menggunakan media online untuk “kepentingan” tertentu bahkan kelompok, tujuannya bukan untuk membangun dan mempersatukan bangsa tapi justru menjadi pemecah belah bangsa. Dengan adanya kerja sama antara pihak keplisian dengan media-media online di Indonesia diharapkan dapat mengurangi penyebaran berita-berita yang mengandung ideology selain pancasila.

Kerja sama antara pihak keopilisan dan media-media online nantinya jangan sampai justru mengurangi independensi media online terbut. Media-media online harus tetap memnyapaikan informasi berdasarkan fakta tanpa pandang bulu, agar idak menjadi media berat sebelah, hanya memberitakan baik-baiknya saja sedangkan yang harusnya di ketahui public justru tertutupi . Artinya informasi harus berimbang dan independen. Maka, sudah tugas kita untuk melaporkan jika media-media yang condong kepada satu oknum atau “penguasa” dan tidak lagi berjalan sesuai pada kodratnya.

Banyaknya media online mengharuskan kita sebagai pembaca bijak dalam menyaring informasi , tidak semua informasi yang kita baca itu benar, banyak juga yang dusta bahkan PHP, ini dia beberapa situs media online yang perlu kita waspadai: arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com dan, indonesiasupportislamicatate.blogspot.com. Jika menemukan situs0-itus media online yang mengarah pada radikalisme dan HOAX, bisa laporkan ke aduan konten KOMINFO!

Jangan mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang tersebar, cek kebenarnnya. Bahkan jika informasi tersebut datang dari stus pihak kepolisian, atau yang berbau-bau agama bahkan  pemerintah, cek dulu kebenarannya. Karena zaman now seperti saat ini, situs-situw KW sangat mudah untuk di buat. Untuk membedakan apakah situs terbut benar atau palsu, yang pertama dilakukan adalah dengan mencek namanya, cek domainnya dan domain berbayar juga belum tentu asli. lalu lihat apakah situs tersebut menggunakan http atau https, jika menggunakan https berarti itu di jamin keamananya. Dan yang terpenting adlah sisi kontenya. Kira-kira begitu, semoga bermanfaat.

Rizky M/Sajaddahlive

arpan