Its NOT Me

Kamu tidak pernah berjalan sendiri, selama kamu tidak melakukan kesalahan!

oleh DerielHD

31 May 2018

Laga final UCL beberapa hari lalu sudah usai, dengan Real Madrid sebagai juaranya. Meskipun laga final tersebut sedikit tercoreng dengan aksi gulat ala si Bengal Ramos ketika menjatuhkan Moh. Salah hingga mengakibatkan cidera yang cukup serius dan harus meninggalkan lapangan lebih awal, namun sang juara sudah ditetapkan. Kita harus menghormati itu. Apalagi yang namanya wasit pasti bisa Salah, jadi wajar jika sampai ada aksi bela Salah

Namun selain aksi gulat Salah vs Ramos, ada insiden lain yang juga menjadi perbincangan netizen. Loris Karius yang adalah penjaga gawang utama dari Liverpool menangis tersedu-sedu ketika wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya laga pada malam itu. Karius terlihat berjalan dipinggir lapangan dengan tangan yang disatukan sebagai tanda meminta maaf kepada para pendukung Liverpool yang memenuhi stadion saat itu. Karius tidak bisa lagi menahan kekecewaannya karena mungkin menurutnya, dialah yang menyebabkan klub yang dia bela gagal meraih tropi tertinggi liga sepak bola antar klub eropa.

Tetapi sobat, bukan itu yang menjadi pusat perhatian saya. Seperti kita ketahui bersama bahwa Liverpool fc memiliki slogan yang selalu diteriakkan, bahkan diketikkan pada lambang mereka. “You’ll Never Walk Alone”, adalah kalimat kebanggan warga Liverpool untuk menyatakan dukungan penuh mereka kepada klub sepak bola kebanggan mereka. Mulai dari klub ini pertama kali berdiri hingga mencapai kasta tertinggi di eropa, kalimat tersebut menjadi pembakar semangat untuk semua, pemain dan supporter.

Lalu mengapa Karius berjalan sendiri? Apakah kalimat “You’ll Never Walk Alone” tidak berlaku untuk dirinya? Memang setelah laga itu, Karius terlihat tertunduk lesu sambil meneteskan air mata kekecewaannya. Tidak ada satupun pemain Liverpool ataupun staff pelatihnya yang datang memeluk Karius untuk sekedar memberikan kata-kata penghiburan. Bahkan tidak dari pelatihnya sendiri. Jadi kalimat ajaib itu tidak berlaku untuk Karius? Atau untuk semua pemain yang juga melakukan kesalahan yang sama atau lebih buruk dari Karius? Kasihan juga ya si Karius.

Saya juga mengerti, Karius memang melakukan kesalahan. Dia salah mengoper bola hingga menyebabkan Benzema berhasil memberikan keunggulan 1-0 untuk Madrid. Karius juga gagal mengantisipasi tendangan super kilat Bale dari luar kotak penalty hingga laga ditutup dengan skor 3-1. Tetapi kemana para pemain dan supporter yang selama ini memuja Karius selama penampilannya yang luar biasa baik itu di EPL dan UCL? Memang bukan hanya Karius sendiri, tetapi kalau bukan dirinya yang jatuh bangun mengamankan gawang dari kebobolan, apakah Livepool akan sampai pada puncak UCL? Yeah, Kalian memang tidak akan pernah berjalan sendiri, kecuali kamu kariusatau kamu melakukan kesalahan seperti Karius.

Mungkin bukan hanya Karius saja, kipper kebanggan Bayern Munchen juga mengalami kejadian yang sama ketika klubnya gagal melenggang ke partai puncak UCL. Dari kejadian ini kita bisa belajar bahwa sebagus apapun slogan atau moto seseorang atau sebuah kelompok, semuanya akan teruji dengan tantangan. Berapa kali dalam hidup ini kita harus mengalami hal memalukan seperti Karius dan kita dikucilkan, dumusuhi, bahkan dibiarka berjalan sendiri? Apakah harus menunggu uluran tangan dari musuh beru kemudian kita akan sadar seberapa pentingnya orang disekitar kita?

We feel you, Karius.. we feel you.. Mungkin mereka hanya belum mengerti secara mendalam arti kalimat “You’ll Never Walk Alone” yang sering mereka teriakkan dengan bangga. Semoga Karius bisa segera move on dan memberikan performa terbaik dikemudian hari.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis