iT’s Me– Perkenalkan, namaku fuziyah. Aku asli  bogor dari keluarga berkecukupan, anak ketiga dari empat bersaudara. Selama ini perempuan dikenal dengan pribadi ketergantungan, mulai dari hal finansial, fisik dan intelektual. Kemandirian perempuan selalu di anggap sebelah mata oleh sebagian laki-laki, meski mereka melihat banyak perempuan justru menduduki jabatan-jabatan besar di negara ini. Sejak sekolah menengah pertama aku pisah tempat tinggal dari orangtua dan memilih tinggal bersama keluargaku yang lumayan jauh dari rumah oragtuaku, tetapi masih di wilayah bogor. Banyak perempuan sepertiku lebih memilih tinggal bersama kedua orangtuanya dan sepenuhnya bergantung kepada mereka. Menurutku, tinggal dan hidup di ketiak orangtua itu kurang seru, mungkin karena aku adalah tipe perempuan  “bebas”.

Sebenarnya aku ingin tinggal di kos saja, tetapi tidak mendapat izin dari keluarga tempatku tinggal. Setelah lulus sekolah menengah kejuruan aku mulai mencari kerja agar bisa bebas menggunakan hasil jeri payahku sendiri. Aku bekerja dari pagi sampai malam di sebuah toko sepatu dan tas, meskipun gajinya tidak seberapa tetapi aku senang. Selama bertahun-tahun aku bergelut banyak perkerjaan. Aku berhenti kerja  setelah hamil 9 bulan, sebagian orang berpikir bahwa apa yang aku lakukan adalah hal bodoh, karena seharusnya di usia kandungan seperti itu aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan berat. Tetapi aku tetap melakukannya karena memang sudah terbiasa bekerja. Dan aku bersyukur selama bekerja semua baik-baik saja, sampai anakku lahir  semua berjalan dengan lancar.

Aku ingin membuktikan bahwa perempuan mampu menghidupi dirinya sendiri baik secara finansial fisik dan intelektual. Ingat, tidak cukup di fisik dan finansial saja perempuan juga harus memiliki intelektual yang cerdas agar bisa meminimalisir dari tipu daya “laki-laki”, sebab  perasaan perempuan yang kadang lebih kuat dari logikanya membuat banyak perempuan masuk dalam permainan “lelaki-lelaki” tampan dan kaya. Tidak perlu menunggu desakan keadaan untuk menjadi  perempuan mandiri secara finansial fisik dan intelektual, berjuang di tengah-tegah keluarga yang berkecukupan bahkan kaya adalah sesuatu yang luar biasa. Percayalah, jika memilih untuk tidak berputus asa dalam keadaan apapun, maka semua akan baik-baik saja.

Tidak peduli sekelam apa realita yang pernah aku alami, aku memilih untuk tidak berputus asa. Aku sama seperti kalian, pernah merasakan jatuh bangun menjalani kehidupan. Layaknya seorang perempuan, tersakiti, menyakiti, pergaulan dan lain sebagainya. Aku tidak pernah menyesal, seburuk apapun aku di mata orang-orang tidak menghentikan langkahku. Terserah apa kata mereka, aku tetap menjalani hidupku dan menikmatinya, dari hasil jerih payahku sendiri. Jika aku hanya fokus kepada penilaian orang, maka hidupku akan berhenti dan saat aku berhenti dengan keputusasaan, berakhirlah semua. Apapun yang terjadi di masa lalu, sekarang bahkan nanti, bagiku hidup mesti jalan terus.

Kamu perempuan, belajarlah untuk tidak berputus asa. Aku menulis ini bukan berarti aku adalah pribadi yang layak di jadikan teladan, masih banyak orang di luar sana yang lebih layak. Pantang putus asa adalah modal penting yang banyak menyelamatkan hidupku selama ini. Aku percaya, kalian bisa menjadi sosok perempuan yang jauh lebih hebat, lebih bijaksana. Keluarlah dari zona nyaman tempat kamu menggantungkan finansial fisik dan intelektualmu. Hidupmu ada dalam gengaman taganmu, selesaikan dan tanggung semua masalah-masalah secara dewasa. Sampai saat ini aku pun tidak pernah berhenti membenahi diri, aku berharap perempuan di luar sana terus berkembang menjadi pribadi tangguh. Tunggu apalagi? Jangan sia-siakan masa mudamu. Kalau sudah menikah maka lain cerita, meski tidak banyak yang berubah tetap saja ada hal-hal yang perlu di sesuaikan.



Latest posts by arpan (see all)