Its My Faith

Kamu Golongan Islam Mana?

oleh arpan

29 March 2018

iT’s me – Sayangnya umat Muslim hari ini telah terbagi dan terpecah-belah ke dalam berbagai aliran. Tiap aliran menyebut dirinya dengan nama-nama yang berbeda seperti Sunni (Hanafi, Hambali, Maliki, Syafii, Barelwi, Wahabi, Deobandi) atau Syiah (Dua Belas Imam, Ismaili, Jafri, Zaidiyyah, Khawarij), atau Sufi (Chisthi, Naqshbandi, Mawlawi, Qariyyah) dan banyak lainnya.

Padahal Al-Qur’an dengan tegas melarang umat Muslim memecah belah diri dan saling bercerai-berai ke dalam golongan-golongan.

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمْ وَكَانُواْ شِيَعاً لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَيْءٍ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang yng memecah-belah agama-Nya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikitpun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” Q.S. Al-An’aam [6]:159.

SATU-SATUNYA LABEL YANG BISA DITERIMA – aku adalah bagian dari mereka yang berserah pada Allah (Muslim).

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘Sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri (bahasa Arab: Muslimin)?” Q.S. Fushilat [41]:33.

Picture1 islam terbagi 2

Kata ‘Muslim’ tidak hanya digunakan untuk menyebut para pengikut Nabi Muhammad saw. Kata ini digunakan di Al-Qur’an untuk mendeskripsikan semua orang yang tunduk dan berserah diri kepada Allah, Tuhan Pencipta Langit dan Bumi serta Pemilik Hari Akhir.

Picture1 terbagi

Sumber: Leksikon Edward Lane [1]

Para penyihir Firaun berserah diri kepada Allah setelah menyaksikan tanda-tanda Nabi Musa as. yang diberikan Allah dan siap mati sebagai orang yang berserah diri kepada Allah (Muslimin).

وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

“Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.’ (Mereka berdoa), ‘Ya, Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).” Q.S. Al-A’raf [7]:126.

Nabi Nuh as. tidak meminta imbalan dari umatnya. Ia hanya meminta mereka berserah diri kepada Allah 

فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِّنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِىَ إِلاَّ عَلَى ٱللَّهِ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang muslim (berserah diri).” Q.S. Yunus [10]:72.

Nabi Sulaiman as. mengaku berserah diri kepada Allah (Muslimin).

أَلاَّ تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ
“Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri (muslimin).” Q.S. An-Naml [27]:31

Nabi Muhammad saw. diperintahkan untuk mengatakan bahwa ia diutus kepada mereka yang berserah diri kepada Allah (Muslimin) 

إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ ٱلْبَلْدَةِ ٱلَّذِى حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang yang berserah diri (Muslimin).” Q.S. An-Naml [27]:91.

Mereka yang memegang teguh kebenaran dari para Ahli Kitab dan saat dibacakan pada mereka, mereka mengaku bahwa sejak dahulu mereka adalah bagian dari orang-orang yang berserah diri kepada Allah (Muslimin). 

وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوۤاْ آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ

“Dan apabila dibacakan kepada mereka, mereka bekata, ‘Kami beriman kepadanya, sesungguhnya itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami. Sungguh sejak dahulu kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslimin).” Q.S. Al-Qashash [28]:53.

Tidak ada satupun rumah kecuali rumah Nabi Lut yang berserah diri kepada Allah

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Maka Kami tidak mendapati dari dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri (Muslimin)” Q.S. Adz-Dzaariyat [51]:36.

Kaum Hawariyun (Sahabat-sahabat Nabi Isa) menyatakan bahwa mereka berserah kepada Allah (Muslimun).

فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ ٱلْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِىۤ إِلَى ٱللَّهِ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ ٱللَّهِ آمَنَّا بِٱللَّهِ وَٱشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka, dia berkata, ‘Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?’ Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, ‘Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslimun). ” Q.S. Ali-‘Imran [3]:52.

Nabi Ibrahim as. merupakan seorang yang berserah diri kepada Allah.

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيّاً وَلاَ نَصْرَانِيّاً وَلـٰكِنْ كَانَ حَنِيفاً مُّسْلِماً وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, berserah diri (Muslima), dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.” Q.S. Ali-‘Imran [3]:67.

Nabi Yusuf as. berdoa kepada Allah agar mati sebagai orang yang berserah diri kepada Allah (Muslimin) 

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلأَحَادِيثِ فَاطِرَ ٱلسَّمَاوَاتِ وَٱلأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّى فِى ٱلدُّنُيَا وَٱلآخِرَةِ تَوَفَّنِى مُسْلِماً وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّالِحِينَ

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri (muslima) dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” Q.S. Yusuf [12]:101.

Anak-anak Nabi Yakub as. menjelang wafatnya bapak mereka, mereka mengaku bahwa mereka berserah diri kepada Allah (Muslimun). 

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِى قَالُواْ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـٰهاً وَاحِداً وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk berserah diri kepada-Nya (Muslimun).” Q.S. Al-Baqarah [2]:133.

JANGAN BERCERAI-BERAI

وَٱعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُمْ مِّنْهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpanglah kamu semuanya kepada tali Allah (yang dijulurkannya padamu), dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah akan mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelaatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” Q.S. Ali-‘Imran [3]:103

REFERENSI
[1] LANE. E.W, Edward Lanes Lexicon, Williams and Norgate 1863; Librairie du Liban Beirut-Lebanon 1968, Volume 4, Halaman 1416.
Goresan merah dalam leksikon diterapkan oleh Penulis. Naskah asli tidak memuat hal tersebut. Ini semata-mata diberikan sebagai penekanan terhadap topik terkait serta hanya sekedar ilustrasi dan sepenuhnya dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan pendidikan serta penjelasan.
[2] Quranmassage
[3] Quran.com

arpan