Its NOT Me

K A F I R: Siapa kafir?

oleh arpan

3 March 2019

Kamu dan aku berdiri ber-hadap hadapan. Aku berdiri di sisi Utara dan kamu di Selatan. Lalu aku menulis angka 9 di tanah dan kukatakan padamu ini 9. Kamu serta merta membantah, itu angka 6. Aku terkejut diam sejenak, oh iyaa kamu benar itu memang angka 6 dari sudut pandangmu dari posisi dimana kamu berdiri.
Yaa… kamu benar 100%. Kuterima dan kuhargai kebenaranmu.

Namun kebenaranmu itu jaganlah menjadikan aku ini salah. Bagiku itu 9, benar 9 100% apalagi memang maksud dan tujuanku menulis angka 9.

Karena itu dari pada debat kusir sepanjang masa, tak tahu dimana ujungnya; dari pd kita bertengkar cakar cakaran lebih baik diam dan merenungkan kebenaran masing. Kebenaranmu adalah kebenaranmu begitu pula dengan kebenaranku, bukan?
Hidup rukun dan damai sbg saudara jauh lebih penting daripada hidup dlm kedengkian dan permusuhan. Kuncinya hanya satu: jangan USIL! Kalau bisa alangkah indah dan nikmatnya bila 6 dan 9 kita satukan jadi 69.
Enak begitu, bukan? 😂

Begitu pula dengan kata kafir. Hendaklah kata itu tdk keluar dari mulut WNI lagi. Kita dari berbagai SARA ada dlm sebuah NKRI dgn Asas Tunggal Pancasila dlm kesatuan rasa dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Negara ini menganut paham Ketuhanan Yang Maha Esa. Ada 5 agama yang diakui dan belakangan ini ditambah dgn pengakuan negara atas Aliran aliran Kepercayaan. Negara RI hadir mengayomi dan melindungi segenap tumpah darah rakyat Indonesia, apapun suku bangsa dan apapun agamanya. Satu saja, asal tidak melanggar hukum dan UUD yg berlaku. Karena itu jadilah warga negara yangg baik dan jadilah pemeluk agama masing masing yang baik pula.

Catatan penting, Beriman dengan benar itu sama sekali tdk USIL dan tdk ngurusin iman orang lain apalagi ngurusin iman agama lain.Satu pertanyaan sebagai penutup; Bila kamu mengatakan aku kafir, bolehkah aku mengatakan kamu kafir?

-Maansurni abadi-

arpan