Its NOT Me

Jangan tegur saya kalau mau selamat!!!

oleh DerielHD

3 February 2018

itsme.id – Jika ditanya siapa guru yang paling tidak disukai waktu sekolah dulu, mungkin ada beberapa. Terutama guru yang sering “menganiyaya” dengan memberikan hukuman yang berat karena kenakalan remaja. Tapi kita tidak akan membahas itu. yang akan kita bahas mengenai jagad pendidikan Indonesia kembali diguncang musibah yang memilukan. Seperti dilansir dari media online detik.com, Seorang guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas. Diduga tewasnya guru tersebut akibat dianiaya oleh siswanya sendiri.

Peristiwa ini berawal dari Oknum guru bernama Ahmad Budi Cahyono yang menegur seorang murid bernisial MH karena mengganggu murid-murid yang lain dengan cara mencoret lukisan mereka. Setelah beberapa kali menegur, Apk Budi akhirnya mencoret wajah dari MH dengan cat lukis. Tak terima dengan perlakuan Pak Budi, MH kemudian menganiayanya. Ketika dibawa ke ruangan guru, menurut kepala sekolah SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, tidak ada luka luar yang ditemukan di tubuh pak Budi. Namun ketika hendak beristirahat, pak Budi merasakan sakit dikepalanya dan dilarikan ke rumah sakit. Hingga akhirnya meregang nyawa di rumah sakit tersebut. Yah, Tak Jelas apa yang merasuki pikiran anak muda tersebut sehingga tega menganiyaya gurunya dengan bengis dan kejam, akan tetapi perilaku seperti ini sangat tidak dibenarkan. Tidak ada toleransi dalam hal ini.

baca juga : Super emak dan tenggelamnya konvoi pelajar “Jagoan”

Memang, akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia sedang menjadi sorotan karena berbagai macam pemberitaan egatif ulah dari oknum guru dan murid. Akan tetapi jika sampai mengakibatkan kehilangan nyawa, itu benar-benar sebuah pukulan telak untuk dunia pendidikan di negara kita. Pada kodratnya, seorang guru seharusnya menjadi panutan oleh murid-muridnya, demikian juga seorang murid wajib meneladani dan mengikuti apa yang diajarkan oleh para guru. Tetapi ya jaman kini berubah, ada pergeseran moral, ada pergeseran budaya. Kamu muda tidak lagi menganggap rasa hormat kepada yang orang yang lebih tua sebagai sebuah hal yang penting untuk kelangsungan hidup.

Perilaku kasar pada murid atau anak didik bisa berasal dari banyak faktor. Bisa saja dari lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan dengan teman yang tidak baik, hingga perilaku pemberontakan dari anak itu sendiri. Kalo kata orang sih, kids jaman now itu udah kebanyakan makan micin. Atau bisa jadi karena UU Perlindungan anak yang penerapannya sangat membingungkan. Mengapa? karena guru tidak lagi bisa menerapkan pendidikan yang keras dan tegas terhadap anak didiknya. Murid-murid sekarng sudah bisa melaporkan oknum guru yang menurut mereka “menganiaya” mereka di sekolah. Masih ingat dengan bocah bengal alias nakal yang dicubit oleh gurunya dan mengakibatkan gurunya harus menghadapi persidangan?

baca juga : Cubit aku, aku ku sidang!

Perilaku “Sok Jago” kids jaman now memang samakin hari semakin keterlaluan. Merasa diri paling hebat, angkuh, sombong, dan cuek. Sangat jauh berbeda dengan kids jaman old yang dulunya sangat menghormati profesi oknum guru yang mendidik kita. Karena kita tahu bahwa pendidikan yang diberikan akan bermanfaat dihari tua.

Sangat disayangkan melihat ada anak didik yang tega menganiaya gurunya sendiri seperti ini. Kita hanya bisa berharap, semoga aparat kepolisian segera memproses permasalahan ini dan supaya perilaku kasar dan menyimpang semacam ini tidak terulang kembali. Dan mungkin juga kita bisa memberikan masukan sedikit kepada para pembuat undang-undang untuk mempertimbangkan kembali UU Perlindungan anak dan jenis tindakan kekerasan macam bagaimana yang bisa dilaporkan. (DerielHD)

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis