Its My Faith

Jangan Batasi Hikmah Hanya Pada Satu Nabi

oleh arpan

10 January 2018

iT’s me – Dalam Islam, kita sering mendengar istilah ‘Hikmah’ dan istilah ‘Sunnah’. Kedua istilah ini pada umumnya merujuk pada sosok mulia Nabi Muhammad SAW. Bahkan istilah ‘hikmah’ bagi sebagian kalangan dimaknai sebagai ‘sunnah’ beliau. Memang tak dapat diragukan lagi bahwa Rasulullah SAW adalah sosok bersahaja yang menjadi panutan penting bagi umat Muslim, namun membatasi kata ‘hikmah’ dalam Al-Qur’an  untuk ‘sunnah’ Nabi SAW adalah kurang tepat.

Sebuah landasan ayat yang kerap dipakai sebagai acuan untuk ‘sunnah’ Nabi SAW adalah sebagai berikut :

وَٱذْكُـرْنَ مَا يُتْـلَىٰ فِى بُيُوتِكُـنَّ مِنْ آيَاتِ ٱللَّهِ وَٱلْحِكْــمَةِ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفاً خَبِيراً
“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah; sungguh Allah Maha Lembut, Maha Mengetahui. ” Q.S. Al-Ahzab [33]:34.

Kita bisa melihat dengan sangat jelas bahwa tidak ada pencantuman langsung istilah ‘sunnah’ di Q.S. Al-Ahzab [33]:34 di atas meskipun istilah ‘sunnah’ disebutkan dan dipakai dalam Al-Qur’an. Lebih lanjut ditegaskan bahwa Sunnah Nabawiyah terdapat pada sumber-sumber di luar Al-Qur’an.

Kata ‘hikmah’ lebih banyak digunakan di Al-Qur’an. Karena penggunaannya yang beraneka segi dalam konteks-konteks berbeda, kata ini jelas menunjukkan ‘pencerahan’ atau ‘kebijaksanaan’ yang diperoleh seseorang dari suatu “body of work” atau ilmu pengetahuan.

Kata ‘hikmah’ (kebijaksanaan) juga tidak terbatas kepada Nabi atau para utusan Allah, melainkan diberikan kepada siapapun yang merenungkan, merefleksikan, dan mencoba menangkap pesan Allah, serta kepada siapapun yang dikehendaki Allah.

يُؤّتِى الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ ٱلأَلْبَابِ
“Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapapun yang dikehendakiNya; dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (bahasa Arab: albabi)” Q.S. Al-Baqarah [2]:269.

Perhatikan kata ‘albabi’ di atas yang tidak mengecualikan mereka yang menggunakan kemampuan berpikir dan memahami. Orang-orang ini mendapatkan Rahmat Allah dengan menerima ‘hikmah’. Karenanya, ‘hikmah’ ini tersedia bagi siapapun (yang dikehendaki Allah) yang berupaya memahami pesan Allah dengan menarik pelajaran dan makna sebaik-baiknya darinya.

ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَـتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَـٰئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَاهُمُ ٱللَّهُ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمْ أُوْلُو ٱلأَلْبَابِ
“mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” Q.S. Az-Zumar [39]:18

‘Hikmah’ juga tidak dibatasi hanya pada Nabi Muhammad SAW dan juga tidak mengacu pada ‘sunnah’ beliau saja karena semua Nabi dan Rasul memiliki ‘hikmah’ (kebijaksanaan).

وَإِذْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَاقَ ٱلنَّبِيِّيْنَ لَمَآ آتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذٰلِكُمْ إِصْرِى قَالُوۤاْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَٱشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُمْ مِّنَ ٱلشَّاهِدِينَ
“Dan Ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, ‘Sungguh, apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya,’ Allah berfirman, ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami mengakui.’ Allah berfirman, ‘Kalau begitu saksikanlah (wahai para nabi) dan Aku menjad saksi (pula) bersama kamu.’” Q.S. Ali-Imran [3]:81.

“… bahwasanya ‘hikmah’ adalah pencerahan dan kebijaksanaan yang diterima dan ditarik seseorang dari kitab suci atau dari wahyu.”

Dengan hormat terhadap umat/generasi Nabi Ibrahim AS

أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ آتَاهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِ فَقَدْ آتَيْنَآ آلَ إِبْرَاهِيمَ ٱلْكِتَابَ وَٱلْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُّلْكاً عَظِيماً
“ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar” Q.S. An-Nisaa [4]:54.

Dengan hormat pada Nabi Daud AS

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ ٱلْحِكْمَةَ وَفَصْلَ ٱلْخِطَابِ
“Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya, hikmah serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara” Q.S. Shaad [38]:20.

Dengan hormat pada Nabi Isa AS

وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُم بِٱلْحِكْمَةِ وَلِـأُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
“Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, ‘Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa Hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kau perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” Q.S. Az-Zukhruf [43]:63.

Dalam dakwah islam, semua orang beriman diminta menggunakan ‘hikmah’ (Kebijaksanaan):

ٱدْعُ إِلِىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
“Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” Q.S. An-Nahl [16]:125.

KESIMPULAN
Meskipun istilah ‘sunnah’ dan ‘hadis’ digunakan sebagai sinonim dalam tata bahasa secara umum, namun terdapat suatu perbedaan krusial di antara kedua transmisi ini. Bagaimanapun juga tidak ada satupun dari transmisi ini yang merupakan acuan pada kata ‘hikmah’ dalam konteks Q.S. Al-Ahzab [33]:34.

Qur’an tetap merupakan sumber pokok bagi penafsiran istilah manapun dan jelas dari beberapa contoh yang dikutip di atas, bahwasanya ‘hikmah’ adalah pencerahan dan kebijaksanaan yang diterima dan ditarik seseorang dari kitab suci atau dari wahyu. Semua Nabi dan Rasul memiliki ‘hikmah’ ini, begitupula orang yang merenungkan ayat-ayat kitab suci yang diturunkan Allah dan orang-orang yang dikehendaki Allah untuk dirahmati-Nya

REFERENSI:
1) Quran.com
2) quranmassage

arpan