Its NOT Me

Ini Perbincangan SBY Semasa Menjabat, Kemudian Menimpa Jokowi

oleh arpan

6 February 2018

itsme.id- Semasa Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai Presiden Indonesia, Beliau pernah berbincang-bincang dalam forum rektor perguruan tinggi Islam di Istana Negara. Dikesempatan itu beliau menceritakan pengalamannya ketika Menteri agama masih dijabat oleh Muh. Maftuh Basyuni, saat menerima kunjungan dari salah satu perwakilan Negara Timur Tengah. Dalam pertemuan dengan Menteri agama masa itu, sahabat dari Timur tengah sempat melihat tindak kekekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang disebuah tayangan televisi.  Kemudian terjadi perbincangan antara tamu dengan  Muh. Maftuh Basyuni. Muh. Maftuh Basyuni mencoba menjelaskan apa yang dilakukan dilakukan kelompok-kelompok keras di Indonesia adalah tindakan penertiban. Perwakilan dari Timur tengah justru kaget mendengar jawaban itu, dengan tegas meminta agar tindakan serupa dihentikan, dengan alasan dapat merugikan Islam dan Arab.

Dari cerita Bapak  Susilo Bambang Yudhoyono, dapat dimengeti kenapa perwakilan Timur Tengah dengan tegas melarang kelompok-kelompok keras di indonesia seperti yang ia lihat ditelevisi? Meskipun itu adalah bentuk penertiban seperti yang dikatakan Muh. Maftuh Basyuni. Bagi perwakilan Timur Tengah tetap saja merusak citra islam dan citra Negara mereka. Kerana mereka yang melakukan protes menggunakan pakaian yang identik dengan Arab, kemudian islam seharusnya tidak seperti kelompok-kelompok tadi. Ini adalah kisah nyata yang dialami Mantan Presiden kita.

Itu mengapa Islam masih terkesan sebagai agama yang mudah disalah artikan. Seperti non muslim yang salah mengartikan islam, bahkan islam sendiri kadang salah mengartikan agamanya. Al hasil bermaksud melakukan pernetiban dan membela islam malah mendapat kesan kurang baik dari Perwakilan Negara dimana agama ini bermula. Oleh karena itu, mari buat umat islam khususnya di indonesia benar-benar bijak dengan agamanya dan menjalankan dengan benar agar tidak merugikan Islam, Arab dan bangsa sendiri

Pengalaman mantan presiden SBY, sedang di perjuangkan oleh Presoden Jokowi. Jokowi benar-benar memberikan tindakan berani untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang terjadi karena suatu “agama”, baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Jokowi dengan berani menggaungkan  pancasila yang hampir tersisihkan oleh oknum tidak bertanggunjawab, dan lihat apa yang dialami jokowi saat ini. Ia seperti menjadi musuh-musuh ormas-ormas yang merasa haknya di matikan, penolakan sana-sini dan fitnah di mana-mana. Namun, ia menanggapi semua dengan kepala dingin. Justru, mereka yang coba mempermalukannya dengan berbagai cara dan hantaman bahkan ada juga sempatnya-sempatnya meniup peluit pelanggaran, entah darimana peluit tersebut. Tiba-tiba saja  muncul wasit dadakan dalam pertemuan Presiden Jokowi beberapa hari lalu. Biarlah orang lain dengan caranya sendiri, setiap individu punya hak dalam menyampaikan aspirasi. Selagi tidak menimbulkan keributan, pasti di maklumi.

Kita tidak tahu apakah peluit tersebut bermakna protes terhadap keputusan-keputusan jokowi seolah-olah anti “ormas” yang bernaung dalam payung agama, atau memang karena kecewa dengan kinerja jokowi dalam membangun indonesia. Kita postif aja, mungkin pelaku memang bercita-cita menjadi wasit hanya belum kesampaian. Kekerasan dan protes jika tidak di tunggangi  atau salah sasaran akan berakibat buruk, seperti yang pengalaman mantan Presiden SBY, sekalipun itu adalah bentuk penertiban. Kita patut bersyukur, situasi indonesia akhir-akhir ini mulai membaik, ormas-ormas seperti mulai tertib. Gerakan-gerakan agama juga semakin membaik. Dan semoga tidak ada lagi yang di permalukan baik negara, keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Perbincangan SBY Semasa Menjabat, Kemudian Menimpa Jokowi saat ini adalah bagian dari proses kepemimpinan beliau.

arpan