itsme.id- Dalam kehidupan ini manusia dan manusia lainnya saling membutuhkan, kita tidak bisa lepas dari peran orang-orang terdekat termasuk teman. Sudah sepatutnya kita sebagai teman yang baik bisa saling menolong dalam hal apapun, tentunya dalam kebaikan. Ketika kita membutuhkan sesuatu yang kita sendiri tidak ahli dalam melakukannya, maka tidak ada cara selain menghubungi teman yang ahli di bidangnya.

Terkadang karena teman, kita lupa akan sesuatu yang sangat penting, ada juga yang pura-pura lupa. Contoh, kita butuh bantuan dalam hal desain banner, spanduk dan undangan atau membuat video kreatif entah itu untuk kepentingan pribadi atau kantor, terkadang karena teman, sengaja tidak memberikan harga yang pantas atas bantuan yang kita dapatkan, hanya berakhir di kata “terimaksih”.

Memang, ketika memberikan pertolongan sebaiknya ikhlas, karena menolong adalah sebuah kebaikan. Dan mungkin teman kita tidak mengharapkan pamrih, tetapi kitalah yang harus peka. Kitalah yang memberikan seikhlasnya bukan mengharapkan keikhlasan dari teman kita. Apalagi kalau dia sudah berumah tangga, tentu dia membutuhkan harga dari apa yang dia kerjakan. Waktu dan ide yang dia berikan untuk kita perlu di hargai. Dengan begitu, secara tidak langsung kita sudah membantu mencukupi kebutuhannya hari itu.

Sama halnya saat kita pinjam kenderaan untuk urusan penting, sudah seharusnya kenderaan tersebut kita jaga dan tentunya premium kenderaan tersebut di isi dengan duit pribadi. Jika ingin waktu dan ide di hargai maka kita harus lebih dulu menghargai waktu dan ide orang lain, apalagi jika kita memang lebih baik secara materi di banding teman kita. Maka sebisanya kurungi penghargaan hanya dengan kata “terimakasih sudah menolong”.

kalau hanya mengukur waktu dan ide orang lain hanya dengan kata “terimakasih”, lalu bagaimana dia akan mencukupi keperluan dapur dirumahnya? Apakah dengan menolong tanpa pamrih kemudian semuanya baik-baik saja? Tentu tidak, mungkin bagi kita baik-baik saja. Seandainya dari beberapa teman kita, ingin memberitahu betapa ia sangat perlu uang, tentu kita akan malu setengah mati. Tetapi jika saat ia perlu dan tiba-tiba kita memberikan tanda terimaksih, entah itu dalam bentuk uang, kue, atau nasi bungkus meskipun seadanya, dia pasti bahagia dan bersyukur. Berbeda jika memang tidak punya, tentu tidak pelu di paksakan, cukup dengan menjelaskan dan sebagai teman dia pasti memaklumi.

Kita terlalu sering menggunakan alasan-alasan klise yang ujung-ujungnya cari gratisan, “Tuhankan tidak buta, kalau ikhlas pasti Tuhan cukupi”.  Tuhan memang tidak buta tetapi kitalah yang buta, kita buta melihat situasi teman kita sendiri. Karena teman punya percetakan dan ahli desain, kita seenaknya minta tolong dengan harapan gratis, atau punya teman tukang ojek, cukup dengan kata termikasih. Rubahlah cara berpikir tentang arti teman, ini sudah zaman now, mental gratisan dengan hanya kata terimaksih sudah basi. Kalau tidak percaya, tanya teman yang kalian sering hargai hanya dengan kata “terimaksih”.

Ini bukan soal suara perut siapa yang lebih kencang!