Its NOT Me

Hape Hancur karena main PUBG

oleh DerielHD

24 June 2019

Siapa yang tidak tahu dengan Game online PUBG atau Player Unknown’s Battle Ground? Keterlaluan kalo gak tahu! Game itu asik lho, tentunya jika dimainkan sesuai dengan ketentuan atau batasan-batasannya. Semua orang, baik yang tua maupun yang muda, sangat senang dengan game ini. Berdasarkan pengumuman resmi dari pembuat game online tersebut, dikutip dari sebuah berita online, saat ini mereka memiliki lebihd ari 200 juta pengguna aktif setiap bulannya, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan makin maraknya pertandingan e-sport di seluruh penjuru dunia. (sumber)

Eh PUBG lovers, tahu gak kalo ada daerah di Indonesia yang mengharamkan PUBG dan beberapa sekolah sudah mulai menghancurkan hape anakmurid yang kedapatan menginstal game online ini? Wah, ngeri ya.. kasihan hapenya. Mahal-mahal dibeli, mungkin ada yang nabung sekian lama atau ada juga yang dibelikan orang tua dengan tujuan untuk memudahkan berkomunikasi dengan anaknya, tapi gara-gara game ini hapenya hancur tak bisa dipakai lagi. (tonton disini)

Hal ini kepikiran gak ya sama guru-guru ini? Maaf ya, penulis bukannya mau menghakimi apa yang dilakukan oleh guru-guru tersebut. Tapi ya kok sasarannya malah ke hape? Kan masih bisa ada aturan lain seperti, melarang siswa membawa hap eke sekolah, atau melarang siswa untuk tidak memainkan hape selama jam pelajaran atau berada di lingkungan sekolah, atau alternative lainnya. Aneh rasanya jika kemudian untuk melarang atau membatasi ruang gerak siswa dalam bermain hape kemudian hapenya yang dirusak.

Pertanyaannya, jika ini berhubungan dengan tindakan asusila, apakah alat yang digunakan untuk melakukan tindakan asusila juga akan dirusak seperti hape ini? Atau misalnya berkaitan dengan pejabat daerah yang korupsi, apakah akan mengalami kerusakan yang sama? (sumber)

Menurut penulis sih tindakan ini sama sekali tidak bisa menyelesaikan permasalahan anak atau siswa/I yang kecanduan bermain game online. Ibaratnya ada hama di pohon manga, apakah kita menebang dahan yang ada hamanya atau kita menebang pohon mangganya? Atau kita memberikan obat anti hama untuk menyelesaikan permasalahan ini?

Penulis setuju bahwa memang banyak sekali dampak buruk dari bermain game online ataupun offline secara berlebihan. Di beberapa tulisan, penulis sempat menuliskan degradasi moral yang dialami oleh anak-anak jaman now, salah satunya disebabkan oleh kecanduan bermain game. Dan menurut penulis, pembenahan moral anak-anak didik haruslah menjadi yang utama. Dan jika berbicara mengenai gema online, perlu ada solusi yang tepat baik dari orang tua maupun guru-guru, harus ada sesuatu yang menarik yang bisa menjadi pembanding yang bisa menarik minat siswa/i untuk mengurangi atau bahkan berhenti bermain game onine terus menerus. Kalau memang sulit diberantas, perlu disediakan wadah yang bisa menyalurkan hobi siswa-siswi untuk bagaimana mereka bisa bermain game, tidak mengganggu sekolah, sekaligus bisa menghasilkan duit.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis