Its My Family

Gejala-Gejala Depresi pada Anak yang Wajib Diwaspadai oleh para Orangtua

oleh Mr Ben

9 June 2018

Baru-baru ini, kita dikejutkan oleh maraknya berita bunuh diri yang dilakukan oleh anak. Dalam selang waktu yang tidak lama, tercatat sudah ada tiga kasus bunuh diri. Pertama, anak usia 15 tahun bunuh diri dengan melompat dari lantai 33 Apartemen Taman Rasuna; kedua, siswi SMP nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar kosnya; ketiga, siswa SMP bunuh diri karena keinginannya membeli motor tidak dipenuhi oleh orangtuanya.

Begitu mudahnya mereka mengakhiri hidup. Berawal dari hal-hal kecil yang terus-menerus mereka pikirkan dan dijadikan beban hidup, lama-kelamaan perasaan itu berkembang menjadi tekanan dan depresi. Kondisi psikologis anak-anak, terutama remaja, memang belum stabil sehingga mudah merasa tertekan dan depresi yang membuat mereka tidak dapat berpikir jernih.

Gejala Depresi pada Anak

Sebenarnya, depresi pada anak dapat diamati dari gejala-gejala yang mereka alami dan ini memerlukan perhatian khusus dari para orangtua. Kehadiran orang tua yang selalu meluangkan waktu menikmati kebersamaan dengan mereka adalah sangat penting. Jika anak-anak mengalami gejala-gejala berikut ini, para orangtua harus waspada.

  1. Pola Makan Berubah
    Seorang anak yang mengalami depresi dapat dilihat dari pola makannya yang berubah. Pola makan ini dapat meningkat karena anak ingin menenangkan diri atau berkurang karena menganggap semua rasa makanan tidak enak.
  1. Jam Tidur Berubah
    Sama halnya seperti pola makan yang berubah, anak yang mengalami depresi akan mengalami kesulitan untuk tidur atau bahkan tidur terus-menerus dan hampir tidak melakukan aktivitas lainnya.
  1. Sering Merasa Sakit Kepala Atau Sakit Perut
    Depresi yang dialami oleh seorang anak dapat menyebabkan terjadinya keluhan sakit kepala atau sakit perut. Sama halnya seperti seorang anak yang gugup saat harus tampil di depan umum. Ada beberapa anak yang akan merasakan sakit kepala atau sakit perut saat gugup dan ini dapat dikatakan depresi ringan.
  1. Selalu Merasa Gelisah
    Salah satu gejala seorang anak mengalami depresi adalah mudah gelisah. Anak tersebut terlihat selalu mondar-mandir dan selalu melakukan sesuatu secara berulang-ulang.
  1. Selalu Tampak Lelah
    Karena banyak hal yang dipikirkan dan dijadikan beban, membuat seorang anak yang mengalami depresi selalu tampak lesu dan tidak bersemangat menjalani aktivitas. Memang rasa lelah dialami oleh semua orang. Tetapi jika seorang anak selalu tampak lesu, orangtua wajib mewaspadainya.
  1. Selalu Merasa Sedih
    Perasaan tertekan yang dialami oleh seorang anak yang depresi akan membuatnya terus merasa sedih. Anak tersebut selalu merasa bersalah dan merasa tidak berharga jika harapannya tidak sesuai dengan kenyataan, selalu menjadikan hidupnya sebagai beban, dan tidak suka jika keinginannya ditolak oleh orangtua.
  1. Mudah Marah
    Emosi yang tidak stabil, membuat seorang anak yang mengalami depresi mudah marah. Kesalahan sekecil apa pun yang tidak sesuai dengan keinginannya dapat menyulut amarah anak tersebut. Bahkan tidak jarang, anak tersebut meluapkan amarahnya secara berlebihan yang dapat mengganggu orang-orang di sekitarnya.
  1. Sulit Berkonsentrasi
    Karena banyaknya hal yang terlalu dipikirkan, membuat seorang anak yang mengalami depresi kesulitan untuk berkonsentrasi dan tidak fokus. Hal ini tentu saja berpengaruh pada prestasi akademisnya.
  1. Menutup Diri Secara Perlahan
    Jika melihat anaknya yang selalu ceria dan senang bersosialisasi mulai menutup diri secara perlahan, orangtua wajib mewaspadainya. Pasalnya, seorang anak yang mengalami depresi lebih memilih untuk menjauh dari keramaian, menyimpan beban pikirannya seorang diri, dan mulai menutup diri.
  1. Cara Berpikir Mulai Tidak Logis
    Jika sudah parah, seorang anak yang mengalami depresi mulai berpikir macam-macam dan mulai tidak logis. Mereka selalu membahas tentang kematian dan mulai berkeinginan untuk melakukan bunuh diri.

Meskipun masih tergolong anak-anak, mereka juga dapat mengalami depresi. Jika seorang anak mengalami gejala-gejala seperti di atas, para orangtua wajib mewaspadainya dan harus segera ditangani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mr Ben

Berawal dari mendirikan sebuah Lembaga Penyiaran Swasta, sejak saat itu visi terus berkembang | Pendiri dan CEO Fokus Media Group | cyberlabpro | itsme.id | SajaddahFM | SajaddahLive | PanuaFM | SorbanFM | Hidayah Bangsa Fondation | Penikmat Kopi Hitam |