iT’s me – Gestur seorang tokoh bisa mengundang perhatian dan reaksi orang-orang di sekelilingnya. Terlebih bila tokoh itu adalah orang paling penting di satu negara. Orang yang terpilih sebagai presiden, misalnya, maka setiap yang melekat pada dirinya menjadi layak dibicarakan dan dijadikan ukuran (standar dan perbandingan).

Bagaimana dengan gaya komunikasi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)?

Iya, setiap presiden yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki gaya berkomunikasi yang khas. Karena itu, tulisan ini tidak menafikan keunikan model komunikasi presiden-presiden sebelumnya.

Saya juga mengerti, jabatan sebagai presiden berkaitan dengan kekuasaan, dan dalam batas tertentu sangat dekat dengan politik atau ambisi membungkam lawan. Karena itu, boleh saja bila ada pengamat yang melihat setiap pilihan sikap seorang Presiden sebagai bentuk berpolitik (komunikasi yang bersifat politis).

Di sini saya ingin melihat gaya kamunikasi Presiden Jokowi dari sisi kemanusiaannya, dengan tetap mengindahkan kemungkinan adanya motif politik dalam setiap tindakan sang Presiden.

Saya kemudian menandai gaya komunikasi Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan.

Publik sepertinya sudah mulai hafal, Presiden Jokowi memiliki kebiasaan menyapa masyarakat bawah dengan mendatangi mereka secara langsung. Biasanya, pria kelahiran Surakarta pada 21 Juni 1961 ini menggelar forum, berpidato dengan suara datar, tidak terlalu lama, dan setelah itu memberi kesempatan kepada beberapa audiens untuk naik ke panggung.

Di panggung, ada audiens yang sekedar bersalaman dengan sang Presiden, mengajukan pertanyaan (bisa serius, bisa santai), atau justru Presiden yang memberi kuis pertanyaan. Di si kekhasan Jokowi muncul, penanya mendapat hadiah dari Presiden.

Gaya Presiden Jokowi ketika berhadapan dengan masyarakat Indonesia yang demikian sudah dikenal public. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ketika mendatangi kelompok masyarakat Indonesia yang sedang berada di luar negeri. Seperti saat menyapa 5.600 warga Indonesia yang bekerja di Hongkong, China (30 April 2017) dan ketika bertemu dengan ratusan warga Indonesia di Singapura (6 September 2017).

Ada aksi Presiden Jokowi yang lebih memukau pengunjung, yaitu ketika berdiri di depan anak-anak Indonesia pada peringantan Hari Anak Nasional 2017. Memahami dunia anak, Jokowi hadir bukan hanya sebagai Bapak atau Presiden.

Di Pekanbaru, Riau, orang nomor satu di Indonesia ini tampil sebagai tukang sulap. Anak-anak yang hadir dibuatnya senang dan tertawa. Di antara mereka tidak ada yang mengantuk, dan bahkan ada yang mendapat hadiah.

Presiden Jokowi juga memiliki gaya khas ketika mengunjungi para tokoh masyarakat atau para kolega penting. Ketika menghadiri aca Maulid Nabi Muhammad 1438 H di Pesantren Habib Lutfi, Pekalongan, Jawa Tengah, Presiden Jokowi tampil dengan busana khas seorang santri (Muslim). Bahkan sejak kedatangannya di Bandara Ahmad Yani Semarang diketahui oleh para wartawan, Presiden sudah memakai sarung, baju koko putih, dan berjas hitam.

Penampilan Jokowi dengan mengenakan busana khas seorang santri tida sekali atau dua kali. Di beberapa kesempatan sebelum dan sesudahnya juga sama. Sekali lagi, ini merupakan pilihan seseorang. Ketika hendak menghadiri satu perhelatan, maka pilihan sikap dan status kita akan tercermin dari kostum yang kita kenakan.

Agaknya, Presiden Jokowi sedang ingin menegaskan, bahwa dirinya seorang santri. Atau, setidaknya, dia tidak canggung berbusana santri karena itu juga pakaian kesehariannya.

Di luar itu, Jokowi memberi kesempatan kepada orang-orang yang ia temui untuk foto bersama, di mana pun. “Kalau memang hal seperti ini bisa menghibur dan menyenangkan warga, kenapa tidak saya lakukan,” jawabnya ketika ditanya seorang wartawan. Bahkan, beredar berita dan foto Jokowi menghormati seorang tokoh dengan mencium tangannya.



Ali Romdhoni

Ali Romdhoni

Peneliti, penulis buku dan penggemar jalan-jalan.
Dosen FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang, Indonesia.
Sedang studi doktoral di Heilongjiang University, China.
Pengurus Cabang Istimewa NU Tiongkok. Bisa disapa lewat facebook: 'Dhoni' Ali Romdhoni atau twitter: @kata_dhoni
Ali Romdhoni

Latest posts by Ali Romdhoni (see all)