Its NOT Me

Fenomena Pindah Agama, Bukti Angkuhnya Manusia

oleh DerielHD

23 July 2019

Fenomena pindah agama di Indonesia, ada ya? Belum lama rasanya banyak media mainstream memberitakan pindahnya seorang mantan pesulap yang merangkap actor dan yang juga merupakan presenter sebuah talk show di sebuah televisi terkanal. Bukan pindah rumah atau pindah stasiun tv, tetapi pindah agama. Dan semua media memberikan headline atau memoles bahasanya dengan begitu indahnya.

Namun selang beberapa lama, ada juga anak seorang pengacara kondang yang pindah agama, tetapi diperburuk dengan pemberitaan media yang cenderung memojokkan dan ingin mempermalukan oknum tersebut.

Pertanyaannya, ada apa dengan bangsa ini? Mengapa disuatu sisi memuja seseorang yang akhirnya memutuskan untuk menganut sebuah agama mayoritas, sementara didisi lain menhujat dan memojokkan seseorang yang memilih memeluk agama minoritas? Sampai berapa lama semua orang akan mempermasalahkan hal yang bukan merupakan sebuah esensi hidup?

Penyebabnya? Bisa bermacam factor, mulai dari yang masuk akal hingga yang sama sekali gak masuk akal. Tujuannya juga bisa berbeda-beda pada setiap orang, dan bukan merupakan tugas atau wilayah kita untuk menghakimi mereka. Hanya Tuhan yang mampu, kita gak akan kuat menghakimi orang lain, karena standard yang kita gunakan untuk menghakimi orang lain akan dipakai juga untuk menghakimi kita.

Faktanya, bukan kali ini urusan pindah keyakinan ini terjadi, bahkan jauh sebelum agama berkembang seperti ini, hampir seluruh manusia di bumi ini sudah mempratekkannya. Bukan karen mereka menemukan bahwa agama atau keyakinan yang satu lebih benar dari keyakinan yang lainnya namun karena ada hal lain yaitu sebuah proses pembelajaran yang panjang untuk merasa nyaman dengan suatu keyakinnan, sehingga memutuskan untuk menganutnya.

Tidak mudah memang bagi seseorang untuk memutuskan hijrah atau berganti identitas agama, apalagi jika hidup disuatu daerah atau lokasi yang komunitasnya masih mementingkan kuantitas daripada kualitas keimanan seseorang. Masih mementingkan berapa banyak jumlah penganut daripada seberapa kuat pemahaman seseorang mengenai keyakinan yang dianutnya. Belum lagi ditambah dengan factor-faktor lain dimana membuat oknum tersebut merasa terancam keamanan jiwanya.

Jika di negara lain, pinah agama atau keyakinan sudah merupakan hal yang biasa, maka tidak dengan Indonesia. Disni hal ini masih merupakan fenomena yang luar biasa. Seperti ada kehebohan tersendiri. Fenomenal sekaligus mengkawatirkan, karena siapapun yang mempraktekkannya akan dihantui rasa takut dan kuatir. Misalnya si cewek yang diberitakan “terciduk” ketika sedang beribadah di keyakinannya yang baru.

Yah, semoga saja ada perubahan dan kedewasaan dalam menyikapi hal semacam ini. Bagaimanapun, urusan iman dan keyakinan adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya. Bukankan urusan masuk surga adalah urusan masing-masing orang? bukankah masing-masign kita akan mempertanggung jawabkan semua hal yang kita perbuat di dunia ini? Semoga Allah memberkahi kita semua.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis