iT’s Me- Siapasih yang tidak ingin bahagia, banyak dari pasangan suami istri hingga saat ini masih mencari yang namanya kebahagiaan, meskipun mereka sudah mendapatkan apa yang mereka cari-cari. Kadang saking terlalu lama hidup dalam pencarian tidak jarang yang mencoba memikirkan kebahagian-kebahagiaan masa lalu, yaitu kebahagian bersama ex- boyfriend atau ex- girlfriend. Dan inilah awal dari sebuah goncangan dalam proses sebuah pernikahan, dimana masing-masing mulai membayangkan masa-masa indah bersama sang mantan kekasih.

Setiap manusia memiliki kelemahan dalam hidup dan bayang-bayang masa lalu adalah satu dari sekian banyak kelemahan manusia, masa-masa seperti ini pasti pernah terjadi dalam sebuah pernikahan, namanya juga masih manusia. Salah satu pemicu angan-angan ini adalah kisah yang tak sampai, sebuah kisah yang justru berlanjut dengan sosok yang berbeda, sosok yang tidak pernah terbayangkan.

Ketika terlanjur masuk ke dunia ex- boyfriend atau ex- girlfriend ini, kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Bisa saja karena kelelahan mencari kebahagian yang tidak kunjung tiba membuat nostalgia itu berlangsung lama, tentunya akan menjadi bencana bagi rumah tangga kita, sekali kita terjerat kedalamnya maka sulit untuk kembali. Biasanya, kita akan sadar ketika sesuatu yang kita sebut bencana atau ujian datang tiba-tiba sehingga mengguncang pribadi kita. Disitulah baru kita mengerti  bahwa begitu berartinya rumah tangga yang sudah lama kita bina .

Pernikaahan saya dan istri memang masih baru, belum juga genap dua tahun dan bukan hal mudah mempertahankannya. Saya tidak pernah pesimis dengan pernikahan kami, kalau pun ex- boyfriend atau ex- girlfriend tiba-tiba datang menhampiri saya dan istri, saya berharap kami bisa melewatinya dan menghadapinya dengan bijak. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, meskipun tidak pernah terlintas dipikiran, selalu saja hal-hal yang tidak di harapkan datang tiba-tiba.

Kebahagiaan yang terasa jauh sehingga mengundang ex- boyfriend atau ex- girlfriend  menghampiri adalah karena kita kurang bersyukur dengan karunia yang sudah kita miliki, kisa sibuk menghitung sesatu yang kita tidak miliki dan diantara karunia itu adalah anak-anak dan istri kita. Saya berdoa semoga kita semua mampu bertahan dengan segala kemungkinan terjadi, khususnya dalam membina rumah tangga menjadi lebih baik.



Latest posts by arpan (see all)