Its My Faith

Cara Setan Memanipulasi Iman Manusia!

oleh arpan

5 December 2017

iT’s me- Terdapat sejumlah kepercayaan dan praktik-praktik yang menjadi bagian kehidupan umat Muslim sehari-hari yang sebenarnya tidak memiliki bukti atau landasan dari Al-Qur’an. Bagaimanapun juga hal-hal tersebut banyak dianut dalam pemikiran Muslim dengan berbagai macam pembenarannya. Mereka yang mewarisi dan meneruskan kepercayaan-kepercayaan para leluhurnya jarang mempertanyakannya dengan berpegang pada Kitab-kitab Suci Allah dan terus menjalankannya dengan buta.

Sudah merupakan tugas semua orang beriman untuk berupaya memahami pesan yang diturunkan Allah untuk umat manusia. Setiap orang perlu bergulat dengan argumen-argumennya, perlu merenungkannya, merefleksikannya, mempelajari, dan mempertimbangkan (tadabur) panduannya dengan sebaik-baiknya, dan semampunya.

Ancaman setan terhadap jiwa manusia sangatlah besar. Ia terus mengancam untuk masuk setiap saat. Niatan setan jelas, menggiring umat manusia ke jalan yang sesat. Setan punya kemampuan untuk menyeret seluruh bangsa ke jalan yang sesat, bahkan sedemikian parahnya, bangsa-bangsa tersebut akhirnya diazab dan dihancurkan sepenuhnya oleh Allah.

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَـأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ لَـأَتِيَنَّهُمْ مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“(Iblis) menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Q.S. Al-A’raaf [7]:16-17)

Baca Juga : Iman Copy Paste

Kepercayaan-kepercayaan Takhayul
Al-Qur’an secara terus-menerus menyatakan menentang kepercayaan-kepercayaan yang berdasarkan kurangnya bukti, landasan pengetahuan, atau akal sehat. Kami mencatat ayat-ayat berikut adanya niat terang-terangan dari Setan untuk menyelundupkan doktrin-doktrin dan praktik-praktik keliru sebagai bagian dari serangannya. Ancaman serangannya sangatlah besar dan akan terus dilancarkannya sampai hari Kiamat.

لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَقَالَ لَـأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً
وَلَـأُضِلَّنَّهُمْ وَلَـأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَـأَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ ٱلأَنْعَامِ وَلَـأَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً

“yang dilaknati Allah dan (setan) itu mengatakan, ‘Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hambaMu, dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka; dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, dan akan kusuruh mereka mencacati makhluk ciptaan Allah.’ Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian nyata” (Q.S. An-Nisaa’ [4]:118-119)

Al-Qur’an menyampaikan banyak contoh praktik keliru yang tidak pernah memiliki landasan apapun.

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلأَنْعَامِ نَصِيباً فَقَالُواْ هَـٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـٰذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَ يَصِلُ إِلَىٰ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, ‘Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.’ Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka.” (Q.S. Al-An’aam [6]: 136)

Baca juga : Syirik Menurut Al-Qur’an

Allah memberi kesempatan pada umat manusia untuk memilih antara jalan yang benar sesuai pedoman ataukah jalan yang sesat. Orang-orang seringkali tetap menjalankan praktik-praktik buta meskipun mereka kekurangan bukti landasan praktik demikian. Dalam ayat berikut kami mencatat bahwa beberapa praktik mengerikan demikian pada zaman dahulu bahkan sampai berbentuk pembantaian anak-anak mereka sendiri.

وَكَذٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلاَدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُواْ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya, Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]:137)

Peryataan – pernyataan Yang di Karang Sendiri

وَقَالُواْ هَـٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لاَّ يَطْعَمُهَآ إِلاَّ مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لاَّ يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

“Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), ‘Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali orang yang kami kehendaki.’ Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]:138)

وَقَالُواْ مَا فِى بُطُونِ هَـٰذِهِ ٱلأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

“Dan mereka berkata (pula), ‘Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini adalah khusus untuk kaum laki-laki kami, haram untuk istri-istri kami,’ dan jika yang ada dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semuanya boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-An’aam [6]:139)

وَمِنَ ٱلأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشاً كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ ٱلشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ مَّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلأُنثَيَيْنِ نَبِّئُونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (Ambillah) delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, ‘Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan ataukah yang ada dalam kandungan kedua betinanya?’ Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang benar. ” (Q.S. Al-An’aam [6]:142-143)

“ Terkadang ‘rekaan’ itu dibuat-buat dengan mengatasnamakan perbuatan saleh”

Praktik-praktik tanpa dasar juga bisa berbentuk tradisi keagamaan yang saleh. Kita harus tetap waspada terhadap praktik-praktik yang tidak ada landasannya dalam Kitab Suci namun dianggap sebagai bagian dari agama. Selain dilakukan oleh beberapa umat terdahulu kita juga bisa melihat contoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ ٱلإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ٱبتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلاَّ ٱبْتِغَآءَ رِضْوَانِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا فَآتَيْنَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Kemudian kami susulkan rasul-rasul mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 27).

“ Apakah Kalian ada disana saat Allah memerintahkan praktik-praktik demikian dan apa buktinya? ”

وَمِنَ ٱلإِبْلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلأُنْثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلأُنْثَيَيْنِ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّاكُمُ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِباً لِيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ ٱللَّهَ لاَ يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّالِمِينَ

“Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang, Katakanlah, ‘Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu ada menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?’ Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-An’aam [6]: 144)

“ Apakah kalian menyaksikan apa yang kalian nyatakan tanpa bukti? “

وَجَعَلُواْ ٱلْمَلاَئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ إِنَاثاً أَشَهِدُواْ خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan mereka akan dimintakan pertanggungjawaban” (Q.S. Az-Zukhruf [43]:19)

Absurditas dan betapa tidak masuk akalnya kepercayaan-kepercayaan tanpa dasar demikian diungkap lebih lanjut oleh Al-Qur’an dengan menyatakan bahwa para penganut kepercayaan demikian gagal menggunakan akal mereka. Satu sisi mereka menyematkan atribut perempuan pada Tuhan dan di sisi lain mereka sendiri membenci lahirnya perempuan di keluarga mereka.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ

“Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka, ‘apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?” (Q.S. As-Shaffaat [37]:149)

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ ٱلْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَّا يَشْتَهُونَ
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِٱلأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدّاً وَهُوَ كَظِيمٌ
يَتَوَارَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوۤءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِى ٱلتُّرَابِ أَلاَ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka kuasai (anak laki-laki). Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan , wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah. Dengan rasa malu, bersembunyi ia dari orang banyak, karena kabar yang dianggap buruk yang diterimanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburnya ke dalam tanah? Ingatlah alangkah buruknya putusan yang mereka ambil tersebut.” (Q.S. An-Nahl [16]:57-59)

“Tinggalkanlah kepercayaan-kepercayaan dan praktik-praktik tanpa dasar serta tinggalkanlah kaum yang tidak mengikuti ajaran Al-Qur’an “

إِنَّ ٱلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِٱلآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلاَئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلأُنْثَىٰ
وَمَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ ٱلظَّنَّ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لاَ يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْئاً

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan. Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya persangkaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.” (Q.S. An-Najm [53]:27-28)

فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلاَّ ٱلْحَيَاةَ ٱلدُّنْيَا

“Maka tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.” (Q.S. An-Najm [53]:29)

KESIMPULAN
Saat suatu praktik agama dianut dengan sedikit atau bahkan tanpa landasan, dimana kata-kata bercampur dengan kebenaran setengah-setengah bahkan bercampur dusta maka saat itulah kearifan jadi mustahil, maka orang-orang yang beriman perlu bersandar pada Firman yang tidak tersentuh oleh niat jahat. Setan berniat menanamkan keyakinan-keyakinan dan praktik-praktik yang akan menggiring manusia ke jalan sesat dan penuh takhayul.

Apa yang lebih baik dibandingkan bersandar pada firman Allah, pada Al-Qur’an, yang akan melindungi dan membesarkan umatnya, yang mana pesan-pesan tersebut dilindungi oleh Allah sendiri.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
تُؤْتِيۤ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka ingat.” (Q.S. [14]:24-25)

تِلْكَ آيَاتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ فَبِأَىِّ حَدِيثٍ بَعْدَ ٱللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

“Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya” (Q.S. Al-Jaatsiyah [45]:6)

Baca juga Artikel terkait:
Syirik Menurut Al-Qur’an
Iman Copy Paste

REFERENSI:
1) Quran.com
2) quransmessage

arpan