iT’s me- Terdapat sejumlah kepercayaan dan praktik-praktik yang menjadi bagian kehidupan umat Muslim sehari-hari yang sebenarnya tidak memiliki bukti atau landasan dari Al-Qur’an. Bagaimanapun juga hal-hal tersebut banyak dianut dalam pemikiran Muslim dengan berbagai macam pembenarannya. Mereka yang mewarisi dan meneruskan kepercayaan-kepercayaan para leluhurnya jarang mempertanyakannya dengan berpegang pada Kitab-kitab Suci Allah dan terus menjalankannya dengan buta.

Sudah merupakan tugas semua orang beriman untuk berupaya memahami pesan yang diturunkan Allah untuk umat manusia. Setiap orang perlu bergulat dengan argumen-argumennya, perlu merenungkannya, merefleksikannya, mempelajari, dan mempertimbangkan (tadabur) panduannya dengan sebaik-baiknya, dan semampunya.

Ancaman setan terhadap jiwa manusia sangatlah besar. Ia terus mengancam untuk masuk setiap saat. Niatan setan jelas, menggiring umat manusia ke jalan yang sesat. Setan punya kemampuan untuk menyeret seluruh bangsa ke jalan yang sesat, bahkan sedemikian parahnya, bangsa-bangsa tersebut akhirnya diazab dan dihancurkan sepenuhnya oleh Allah.

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَـأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ لَـأَتِيَنَّهُمْ مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“(Iblis) menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Q.S. Al-A’raaf [7]:16-17)

Baca Juga : Iman Copy Paste

Kepercayaan-kepercayaan Takhayul
Al-Qur’an secara terus-menerus menyatakan menentang kepercayaan-kepercayaan yang berdasarkan kurangnya bukti, landasan pengetahuan, atau akal sehat. Kami mencatat ayat-ayat berikut adanya niat terang-terangan dari Setan untuk menyelundupkan doktrin-doktrin dan praktik-praktik keliru sebagai bagian dari serangannya. Ancaman serangannya sangatlah besar dan akan terus dilancarkannya sampai hari Kiamat.

لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَقَالَ لَـأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً
وَلَـأُضِلَّنَّهُمْ وَلَـأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَـأَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ ٱلأَنْعَامِ وَلَـأَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَانَ وَلِيّاً مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً

“yang dilaknati Allah dan (setan) itu mengatakan, ‘Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hambaMu, dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka; dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, dan akan kusuruh mereka mencacati makhluk ciptaan Allah.’ Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian nyata” (Q.S. An-Nisaa’ [4]:118-119)

Al-Qur’an menyampaikan banyak contoh praktik keliru yang tidak pernah memiliki landasan apapun.

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلأَنْعَامِ نَصِيباً فَقَالُواْ هَـٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَـٰذَا لِشُرَكَآئِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلاَ يَصِلُ إِلَىٰ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, ‘Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.’ Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka.” (Q.S. Al-An’aam [6]: 136)

Baca juga : Syirik Menurut Al-Qur’an

Allah memberi kesempatan pada umat manusia untuk memilih antara jalan yang benar sesuai pedoman ataukah jalan yang sesat. Orang-orang seringkali tetap menjalankan praktik-praktik buta meskipun mereka kekurangan bukti landasan praktik demikian. Dalam ayat berikut kami mencatat bahwa beberapa praktik mengerikan demikian pada zaman dahulu bahkan sampai berbentuk pembantaian anak-anak mereka sendiri.

وَكَذٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلاَدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُواْ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya, Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]:137)

Peryataan – pernyataan Yang di Karang Sendiri

وَقَالُواْ هَـٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لاَّ يَطْعَمُهَآ إِلاَّ مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لاَّ يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

“Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), ‘Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali orang yang kami kehendaki.’ Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]:138)

وَقَالُواْ مَا فِى بُطُونِ هَـٰذِهِ ٱلأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

“Dan mereka berkata (pula), ‘Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini adalah khusus untuk kaum laki-laki kami, haram untuk istri-istri kami,’ dan jika yang ada dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semuanya boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-An’aam [6]:139)

وَمِنَ ٱلأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشاً كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ ٱلشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ مَّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلأُنثَيَيْنِ نَبِّئُونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (Ambillah) delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, ‘Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan ataukah yang ada dalam kandungan kedua betinanya?’ Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang benar. ” (Q.S. Al-An’aam [6]:142-143)