iT’s Me- “Waktu semakin cepat berlalu”, inilah yang akhir-akhir ini sering aku dengar dari orang-orang di sekitarku. Entah apakah memang cepat berlalu atau merekanya yang memiliki waktu tidak teratur. Kadang aku pun berpikir seperti mereka, sampai aku sadar bahwa waktu begitu cepat karena aku tidur di jam dua belas malam, kemudian bangun di jam dua belas siang, sehingga tanpa sadar sore hari begitu cepat. Andai saja aku bangu setelah shalat subuh dan tidak tidur lagi, pasti siang akan terasa lama apalagi sore. Putaran jam masih saja sama sampai hari ini, tidak ada yang berubah. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan cepat dan tidaknya waktu berjalan, karena tidak ada gunanya memikirkan cepat lambatnya waktu kalau apa yang aku lakukan di setiap detiknya itu-itu saja dan biasa-biasa saja bahkan banyak hal yang sia-sia tanpa sesuatu yang pasti.

Sebentar lagi masuk di usiaku yang ke dua puluh sembilan tahun, dan sampai hari ini banyak hal dalam hidupku tidak mendapat suatu kepastian, seperti masa depan dan pekerjaan. Aku belum bisa memastikan akan jadi apa aku di usiaku yang ke tiga puluh dan seterusnya, aku pun tidak pernah tahu pasti sampai kapan aku di butuhkan dalam bidang yang aku kerjakan sekarang, harapanku bisa sampai ajal menjemput. Kembali lagi tidak ada yang pasti, karena aku sadar bahwa mendapat kepastian itu rumit. Begitu banyak manusia di muka bumi ini berpikir keras, bekerja keras, bahkan sampai bermohon-mohon hanya untuk sebuah kepastian. Dan terkadang bukanlah sebuah kepastian yang di dapatkan, tetapi abu-abu.

Sebuah kepastian membuatku lelah, dan aku memilih untuk menjalani dengan apa adanya, tidak penting lagi apakah kepastian akan aku dapatkan atau tidak, semua sama saja. Aku hidup berdarkan aku yakini, aku melakukan yang menurutku benar dan baik. Terpenting aku tidak menjadi masalah bagi orang lain, tidak merugikan mereka dan tidak melukai perasaan mereka. Setidak aku berusaha menghindri hal-hal yang berdampak buruk kepada orang lain, selebihnya aku serahkan kepada mereka, mau menilai aku seperti apa itu hak mereka. Apapun yang orang lain pastikan dalam setiap gerak hidupku tidak akan pernah menjadi sebuah kepastian, hanya Tuhan Yang Maha Esa bisa memberikan kepastian kepada manusia. Dan kematian adalah pasti, hanya kapan dan dimana tetap saja tidak ada yang bisa memastikan.

Entah bagaimana bisa mendapat kepastian, kadang hanya bisa sampai pada kata “ya sudahlah….”. Mending hidup yang tenang-tenang saja, adem-adem saja lebih baik. Di usiaku sekarang harusnya aku sudah bisa memahami keadaan dan sekenario hidup dan pekerjaanku, harusnya. Namun terkadang aku lalai sehingga sehingga sedikit terbawa ke dalam alur cerita yang melenceng dari seharusnya. Aku sadar bahwa dalam setiap langkah kaki tidak selalu mulus, selalu ada hambatan dan tidak tahu pasti kapan hambatan akan berhenti dan kapan hambatan lain akan datang, aku hanya perlu siap siaga untuk hal yang terburuk. Satu hal yang aku rasa pasti adalah Tuhan telah membentuku dari pada zona liar mejadi menjadi zona lebih jinak, Dia membawaku keluar dari zona paling hitam di sudut dunia ini ke zona lebih strategis yang lebih terang. Dan itu adalah kepastian rasa yang tidak dapat di gambar dengan apapun, tidak ada kepastian lebih melegakan dari segala bentuk kepastian yang aku inginkan. Dan menurutku itu sudah cukup!



Latest posts by arpan (see all)