Its NOT Me

Diakui dan dihormati, siapa yang gak mau?

oleh DerielHD

24 September 2018

Jika kita disuruh memilih antara diakui atau dihormati, mana yang akan kita pilih? Diakui atau dihormati? Atau kedua-duanya? Ya iyalah, siapa sih yang gak mau diakui dan dihormati? Semua manusia dimuka bumi ini menginginkannya untuk menaikkan harga dirinya dan bisa merasa sedikit bangga dengan apa yang sudah diraih oleh dirinya.

Cuman ya sobat, terkadang ada aja orang yang maunya mendapatkan kedua hal itu secara instan. Misalnya, ada orang yang senengnya hanya ngomong aja dan membuat seolah-olah dirinya adalah orang hebat, banyak prestasi, namun pada kenyataannya nol besar. Bisa dikatakan orang semacam ini lebih besar mulutnya ketimbang otaknya. Atau karena duitnya yang katanya gak akan habis tujuh turunan, orang ini memaksakan kehendaknya terhadap orang lain dan ingin supaya karena uangnya yang banyak, semua orang harus menghormatinya.

baca juga : Manusia, Penciptaan, dan Keegoisan

Saya rasa cara-cara ini memang bisa membuat kita mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari orang-orang di sekitar kita, akan tetapi saya juga yakin bahwa Sama seperti cara mendapatkannya yang instan, kedua hal itu juga tidak akan bertahan lama. Tidak akan butuh waktu yang lama bagi mereka yang selama ini menjadi penjilat di sekitarmu untuk mulai membicarakan kita dibelakang kita, dan mulai meninggalkan kita seiring bosannya mereka mendengar prestasimu yang seiprit dan itu-itu saja. Mereka juga akan bosan karena saldo di rekening kita mulai menipis.

Lain halnya jika rasa hormat dan pengakuan itu kita raih dengan susah payah, penuh perjuangan. Itu akan bertahan lama, dan juga orang yang melihat kehidupan kita akan sangat termotivasi untuk mengikuti cara kita hidup, meneladani kehidupan kita.. sob, mereka akan berlomba-lomba untuk menjadi seperti kita!!

Tapi yah itu kalau kita mau menikmati prosesnya. Memang sulit, bahkan terkadang terasa berat. Jangankan untuk dilakukan, untuk dipikirkan saja sulit. Semakin sulit jika kemudian dalam prosesnya kita diperhadapkan dengan orang yang NATO alias No Action, Talk Only.

baca juga : Bertukar tanggung jawab dan rasakan bebannya

Sobat, siapa sih yang gak mau diakui dan dihormati? Seperti nasi, sadar atau tidak, kedua hal itu juga dibutuhkan oleh setiap manusia. Contoh kayak pertandingan persib vs persija kemaren. Karena saling ejek dan dianggap tidak menghormati supporter tuan rumah, seorang supporter jak mania kehilangan nyawanya. Semua berawal dari rasa lapar akan kehormatan. Sebegitu pentingkah rasa ingin diakui dan dihormati itu? Ingat bahwa pengakuan dan penghormatan itu tidak datang dari sebarapa banyak kata dan ide yang sudah kita keluarkan, tetapi dari berapa berani kita untuk bertindak dan melakukan apa yang kita katakan.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis