Its My Life

Demi mereka saya harus tetap semangat!

oleh DerielHD

6 June 2018

Kesal ya, rasanya, jika melihat banyak sekali ketidakadilan terjadi disekitar kita. Melihat bagaimana banyak oknum yang mencoba meraup keuntungan dengan bersikap tidak adil, atau bahkan membiarkan ketidakadilan terjadi. Rasanya ingin melemparkan orang semacam itu ke bagian laut yang paling dalam, biar dia dimakan ikan hiu putih. Itu juga kalo ikan hiunya doyan dengan daging orang yang curang.

Katakan saja sobat sedang menjalani kehidupan sehari-hari, rutinitas berjalan seperti biasanya. Kemudian sobat pergi ke kantor dan melihat rekan-rekan kerja yang penuh semangat untuk memberikan usaha terbaik, sesuai dengan salary yang didapatkan. Kemudian dengan tenangnya, sobat berjalan menuju meja kantor sobat dan kemudian terkejut melihat tumpukan map berisi berkas-berkas yang harus sobat kerjakan bersama tim sobat.

baca juga : Kamu tidak akan pernah berjalan sendiri, selama tidak melakukan kesalahan

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pada akhirnya sobat sendiri yang mengerjakan semuanya. Map demi map dibebankan kepada sobat sementara rekan setim sobat tidak ada yang mau membantu karena ‘katanya’ sibuk dengan urusan masing-masing. Tentunya rasa kecewa itu pasti datang, apalagi jika salary yang diterima sama namun beban pekerjaan dirasa lebih berat. Tidak adil? Bisa jadi.. pertanyaan-pertanyaan seperti “mengapa hanya saya yang mengerjakan ini, padahal saya punya tim”, atau “Hidupnya kok enak sekali ya?” atau “sebenarnya kerjaan kamu apa sih?”, pasti akan terlintas dalam pikiran sobat. Itu wajar..

Sadar atau tidak, itulah kenyataan yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Ketidakadilan seperti sudah menjadi makanan wajib yang harus kita nikmati. Selain karena memang sudah menjadi tanggung jawab, kita tidak punya pilihan lain selain terus semangat mengerjakannya hingga semua pekerjaan itu selesai tepat waktu.

Kita punya keluarga untuk dikasi makan, punya kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, jadi apakah kita punya pilihan lain? Yang menjadi penghiburan hanyalah senyuman anak dan istri yang menyambut ketika sobat tiba dirumah setelah sibuk bekerja seharian.

baca juga : Rumahnya roboh rata dengan tanah

Saya ingat kalimat yang sering diucapkan oleh seorang sahabat saya yang kuliah di jurusan hukum, “keadilan tertinggi adalah ketidakadilan tertinggi”, baru kali ini saya mulai mengerti maksudnya. Jika sobat mengharapkan dunia untuk memperlakukan kita dengan adil maka sobat salah besar.. itu artinya sobat sedang bermimpi, segeralah bangun. Harapan akan keadilan hanya akan membuat sobat kecewa dan marah. Tidak ada satu pribadipun dibawah kolong langit ini yang bisa bersikap adil, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Kenyataannya, pada akhirnya sobat tetap saja akan mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Apakah sobat mempunyai pilihan lain? Tidak! Kemana rekan-rekan sobat dalam keadaan seperti itu? Mereka sedang sibuk! Ingat itu.. satu-satunya pribadi yang sangat bisa menjadi rekan kerja yang bisa diandalkan hanyalah Tuhan, Sang Pemilik hidup ini. Hanya Dialah yang menjanjikan untuk selalu setia menemani disaat suka dan duka, bahkan ketika semua rekan, sahabat, ataupun keluarga mengecewakan kita.

Apakah ada pilihan lain? Tidak ada. Selain terus bersemangat dalam melakukan yang terbaik untuk hidup sobat dan tempat sobat bekerja. Bahkan jika suatu hari nanti sobat kemudian ‘ditendang’ dan digantikan oleh orang lain, sobat berhak untuk marah dan kecewa, apalagi setelah semua pengorbanan dan kerja keras yang sudah sobat berikan. Tapi untuk apa?

Sobat, teruslah bersemangat, dalam hal apa saja selama sobat masih melakukan hal yang baik. Jika sobat masih bekerja dan mendapatkan gaji, syukurilah karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama. Teruslah berkarya dan memberikan usaha terbaik ditempat dimanapun sobat bekerja. Untuk anak, untuk istri, untuk diri sendiri, dan untuk masa depan yang lebih baik.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis