Featured, Its My Faith

Dan Muhammad Bukanlah Penjagamu

oleh arpan

6 November 2018

Di dalam agama kita islam kita di ajarkan bawah kesimpulan ari keselamatan di dunia dan akirat adalah mengikuti Qur’an dan hadits. Ini jugalah yang di ajarkan sejak kecil dari turun temurun. Kita percaya bahwa menegakkan segala perintah Allah dalam Qur’an dan melaksanakan sunnah sunnah Nabi Muhammad kita akan bahagia dunia akhirat. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita mampu? Jawabannya tanyakan pada diri kita masing-masing!

Melihat situasi negara kita Indonesia akhir-akhir ini di penuhi dengan aksi bela-belaan. Mulai dari aksi 212 bela agama, bela islam, bela Qur’an sampai bela kalimat tauhid. Mungkin kedepan akan ada aksi bela Muhammad dan bela Allah. Karen dengan membela yang berhubungan degan agama maka hal tersebut juga akan membela dan menolong kita di hari penghakiman. Benarkah begitu? Mari kita coba bahas berdasarkan Qur’an. Kita akan awal dengan jika kita membela Muhammad atau semua yang berhubungan dengan kenabian Beliau, apakah Beliau akan membela dan menjaga kita kelak!

baca juga : Laksanakan perintah, jauhi larangannya!

Dalam QS. 6:104 yang artinya:
قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ
“Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga-(mu)”.

Tanda-tanda kebenaran dan dalil-dalil yang kuta telah datang kepada kita umat manusia. Mulai dari Taurat, Zabur, Al-Injil samai pada Qur’an. Dan Ayat ini mejelaskan bahwa semua tanda dan dalil itu datang dari Allah untuk kita manusia , dimana didalamnya ada tanda kekuasaan Allah di dunia ini maupun petunjuk Allah dalam kitab-kitab yang telah dia wahyukan melalui perantara para Nabi. Semua bukti ini dapat memperkuat keyakinan kita tentang adanya Tuhan. Jika kita memperhatikan bukti-bukti itu dan meyakini keadaan-Nya dan berbuat amal kebaikan, maka manfaat dan semuanya akan kembali kepada kita. Sebaliknya, jika kita tidak mau melihat kebenaran atau berpura-pura tidak mengerti, maka akibat buruk dari sikap kita akan kembali kepada diri kita.

Kalimat terakhir dari ayat di atas bahwa Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada kita kaumnya bahwasanya Muhammad sekali-kali bukanlah pemelihara kita, Nabi Muhammad sekali-kali tidak di tugasan mengawasi amal-amal kita dan tidak dapat membuat kita menjadi mukmin . Karena Beliau hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu yang telah diterimanya. Pada hakekanya yang mengawasi kita adalah Allah, dan hanya Allah. Dan semua amal-amal itu akan diberi balasan yang setimpal. Jika Muhammad bukanlah penjaga kita lalu bagaimana masih ada yang percaya bahwa dengan membela segala hal yang ada pada Beliau entah itu secara jasmani atau rohani akan di balasan denga pembelaan? Sedangkan Beliau sendiri menyampaikan dalam Qur;an “Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)”.

baca juga : Karena kamu bisa dimanfaatkan

Menurut hemat penulis bahwa yang perlu pembelaan adalah diri kita masing-masing, untuk apa kita membela sesuatu yang tidak akan hilang meski terbakar dan tidak akan terhina meski di caci dan tidak akan marah meski di ludahi. Bukankah selama ini kita hanya sibuk membela sesuatu yang sudah pasti kesuciannya. Sedangkan ketidak pastian itu ada pada diri kita sendiri. Kitalah yang perlu pembelaan di hadapan Allah, bukan atribut, bukan panutan yang perlu di bela tapi kita! Maka perbanyaklah amal kebaikan sebagai pembela kita di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Ini adalah bentuk analisa penulis dari Qur’an Surah Al-An’am ayat 104 dan analisa ini di dukung dari Tafsir Kementrian Agama RI. Semoga bermanfaat , dan jika ada penjelasan yang kurang tepat mohon jangan penjarakan penulis, karena penulis belum siap meniggalkan istri dan satu anaknya. Semoga bermanfaat!

arpan