Its NOT Me

Bukan Karakter Kita

oleh DerielHD

27 February 2019

Ungkapan bukan pepesan kosong terbukti nyata. Baru-baru ini diberitakan ada tiga orang emak-emak yang melakukan kempanye ke rumah-rumah warga untuk supaya mendukung salah satu pasangan calon. Tak tanggung-tanggung, meskipun dalam bahasa sunda, namun dari hasil penterjemahan terungkap bahwa tiga orang emak-emak itu melakukan kampanye hitam dengan mengattakan yang tidak-tidak dan menjelekkan salah satu pasangan calon presiden.

Ini bukan karakter kita, bangsa Indonesia. Entah apa yang sudah merasuki otak dari pendukung salah satu paslon sehingga menghalalkan segala cara dalam berkampanye, namun sekali lagi, itu bukan ciri khas bangsa kita. Bangsa kita adalah bangsa yang cinta damai, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi kerukunan. Teknik kampanye semacam itu hanya ada di jaman penjajahan Belanda dulu yang hanya kerena nafsu ingin berkuasa sehingga menyebarkan berbagai macam propaganda untuk memecah belah masyarakat.

Ibu-ibu dalam video yang berdurasi hampir satu menit tersebut mengatakan bahwa jika Petahana terpilih lagi maka LGBT akan disahkan, suara adzan tidak akan ada lagi, dan beberapa informasi menyesatkan lainnya.

Hingga artikel ini diturunkan, pelaku kampanye hitam sudah terciduk dan segera diminta untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Denger-denger sih ya, mereka dituntut hingga 6 tahun penjara lho. Ngeri ya.

Inilah bukti jika akal sehat bisa dikalahkan oleh hawa nafsu ingin berkuasa dan yah ujung-ujungnya kemungkinan aja duit. Sebegitu cintanya kah kita dengan sang junjungan sehingga rela melakukan apa saja? Gak ada salahnya jika kita menginginkan perubahan dengan mempromosikan pemimpin baru, akan tetapi akan janganlah sampai menghalalkan segala cara dan menebar kebencian di hati orang lain.

Apa pendukungnya tidak belajar dari kesalahan para pendahulunya? Masih ingat kan kita dengan kasus Buni Yani, Jonru, dan Ratna Sarumpaet? Kemana mereka saat ini yang mati-matian membela junjungannya namun ketika berhadapan dengan kasus hukum akhirnya dicampakkan begitu saja.

Jika kalian mabu berpolitik, berpolitiklah yang baik. Pelajari dari A sampai Z dulu sebelum terjun lebih jauh. Jangan hanya dengan modal pengetahuan politik dari medsos kemudian kita sudah merasa sok pintar dan sok mengajari orang lain.

Kita semua sebagai warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam berpolitik dan mengutarakan pendapat. Masing-masing kita sudah cukup dewasa dalam menimbang dan memperhitungkan siapa pemimpin yang kira-kira bisa membawa bangsa kita menuju kejayaan, jadi biarkanlah setiap masyarakat dengan pilihannya masing-masing.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis