Its My Life

Beriman itu tidak dosa, Jangan dengar kata orang!

oleh DerielHD

3 July 2018

Beriman? Heh.. Bertahun-tahun kami berdoa supaya bisa memiliki momongan sendiri. Selama ini kami hanya bisa ‘pinjam’ anak orang lain untuk bermain bersama, atau hanya bisa ikut bahagia melihat rekan-rekan kami behagia bisa memeluk buah hati mereka. Dari mulai kami menikah, doa dan harapan untuk bisa menggendong buah hati milik kami sendiri sudah terus keluar dari hati dan mulut kami berdua.

Segala upaya sudah dilakukan, pindah dari satu dokter ke dokter yang lainnya, coba mengkonsumsi obat dan suplemen ini dan itu, mulai dari yang organic hingga berbahan kimia. Bahkan saat ini kami mencoba untuk merubah pola makan dengan tidak mengkonsumsi karbohidrat sama sekali. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mengembalikan tubuh kami ke BB ideal sesuai dengan anjuran dokter, akan tetapi juga merubah system metabolisme tubuh untuk melihat dan memperbesar peluang kami mendapatkan buah hati kami sendiri.

Memang kami akui, setelah beberapa kali mengalami kegagalan, ada sedikit rasa pesimis yang terlintas di dalam hati. Apakah ini akan berhasil? Hanya Tuhan yang tahu.. berbagai macam saran dari orang-orang terdekat sudah kami ikuti, mulai dari yang biasa hingga yang paling ekstrim. Haha, bagi saya makan kacang lender alias sayur okra sudah sangat ekstrim..

baca juga : Kecewa dengan pilihan hidupmu itu berat, kalian tidak akan mempu, cukup aku saja!

Benar sobat, rasa kecewa sudah menghampiri. Ingin menyerah rasanya, tetapi jika kami menyerah, maka peluang kami untuk bisa menggendong buah hati harapan kami. Tidak ada pilihan lain.

Dalam keadaan seperti ini, terus beriman rasanya melelahkan. Pentingkah nggak sih untuk terus beriman? Berapa lama lagi kami harus berjuang hingga akhirnya apa yang kami rindukan segera dikabulkan? Atau memang tidak akan dikabulkan sama sekali. Jika dengan menulis ini kemudian orang menilai bahwa saya kami sudah mulai pesimis, semuanya salah. Iman kami masih sangat besar, untuk kami.

Mungkin, bagi kami, itulah cerita hidup yang harus dijalani. Mungkin itu cara Tuhan menguji kesabaran kami. Mungkin Tuhan belum puas menguji kami dalam bagian yang ini.. ah, terlalu banyak kemungkinan, artinya bisa ya, bia tidak.

Tidak mudah memang, akan tetapi mau bagaimana lagi? Bukankah berkat Tuhan sudah tersedia bagi setiap orang yang terus berharap kepadaNya? Bukankah Tuhan adalah maha pemurah? Ya, itulah yang terus menguatkan kami untuk tidak berhenti berharap. Kami harus terus yakin bahwa Tuhan telah menyediakan hadiah yang sangat indah bagi setiap manusia yang terus setia dan yakin akan janjiNya.

baca juga : Rejeki tidak akan pernah berhenti untuk mereka yang selalu berusaha!

Bagi kebanyakan orang, kisah kami bukanlah kisah yang baru. Banyak keluarga didunia ini yang mengalami hal yang sama. Secara keseluruhan, berdoa akan tetapi belum dikabulkan. Ada yang menyerah, ada juga yang tetap bersemangat dalam berkeyakinan. Jangan menyerah, itu pesan kami. Menyerah bukanlah pilihan, bahkan jika kalian tertipu oleh iming-iming dan kerasnya permainan kata-kata orang lain, jangan menyerah! Hidupmu adalah kisahmu, kamulah yang harus menjadi penulisnya. Jangan biarkan orang lain menuliskannya untukmu, hingga akhirnya kamu harus merobek setiap lembaran kisah itu hanya untuk supaya kemu bisa memulainnya dari nol lagi.

Tulislah kisah hidupmu sendiri, dan jangan biarkan orang lain merusaknya. Apapun yang kamu yakini, itu adalah proses untuk masa depanmu. Tidak berdosa jika kamu harus terus beriman dan meyakini sesuatu yang menjadi impian masa depanmu. Kalo kata abang saya, Tuhan bukan tidak senang melihat ummatnya terus hidup dalam kesusahan, akan tetapi Tuhan lebih tidak senang lagi jika melihat ummatNya tidak memiliki keyakinan dan tidak berusaha untuk mewujudkannya.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis