Its My Family

Beberapa hal ini menggambarkan susah senang membesarkan anak, Apa saja?

oleh DerielHD

17 February 2019

Ternyata gak gampang menjadi orang tua. Setidaknya itu yang menjadi kesimpulan saya ketika mendengar cerita-cerita dari teman-teman yang sudah menjadi orang tua. Kita yang melihat mungkin bisa saja berpikir bahwa menjadi orang tua itu mudah. Jika mengalami kesulitan ya tinggal bertanya saja pada orang yang sudah berpengalaman atau tinggal browsing aja di internet, kan banyak artikel atau petunjuk untuk kita supaya menjadi orang tua yang baik.

Bisa saja. Entah bertanya kepada orang tua atau mencari tahu via internet, gak ada salahnya dan sebenarnya gak bisa dibilang baik juga. Mengapa? Pertama ya gak semua informasi yang ada di internet itu bisa diaplikasikan atau juga bisa diterapkan untuk anak kita. Ada yang boleh, da nada yang tidak boleh, tergantung pada persoalan atau tantangan yang kita hadapi.

Nah mungkin ini beberapa hal yang bisa menggambarkan susah senangnya menjadi orang tua, apa aja?

  1. Kebahagiaan yang bertambah
    Benar sob, dengan bertambahnya satu anggota lagi dalam rumah tanggamu, otomatis tingkat kebahagiaanmu meningkat. Memiliki ‘teman’ untuk bermain, dan diajak bercanda. Ada sosok baru yang lucu dan menggemaskan yang secara otomatis meskipun dirinya belum sepenuhnya menyadari hal itu, namun si kecil sudah membantumu untuk menghilangkan kepenatan setelah aktifitas harian.
  1. Hobi yang bisa tersalurkan dengan aman
    Yang ini sih tergantung jenis kelamin si kecil ya. Laki-laki atau perempuan membawa keuntungan bagi kedua orang tua anak itu sendiri. Jika yang datang bayi laki-laki maka si bapak (jika hobi menonton bola subuh), akan merasa sangat bahagia karena memiliki alasan lain untuk terjaga hingga kick off pertandingan tim favorit. Si ibu, jika yang datang adalah bayi perempuan, maka jika senang berdandan, si Ibu akan memiliki alasan untuk menambah koleksi make up dengan alasan si kecil juga pengen di make up, atau ingin mengajari si kecil berdandan.
  1. Jam tidur yang terganggu
    Masuk ke bagian susahnya, menjadi orang tua, apalagi jika anaknya baru lahir hingga usia tertentu, otomatis menyebabkan waktu tidur dari si orang tua yang pasti akan kacau. Akan sering bergadang sesuai dengan si kecil yang terjaga, dan stamina yang terkuras karena menggendong atau menidurkan si kecil di pelukan. Ya salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan cara pembagian shift antara kedua orang tua.
  1. Waktu pribadi yang berkurang (bahkan mungkin gak ada lagi)
    Kata temen saya sih kalo udah punya baby, kita jangan senang dulu. Usut punya usut, ternyata karena bisa menyebabkan waktu pribadi berkurang atau bahkan hilang. Gak ada lagi waktu untuk berkumpul bersama rekan-rekan kerja, gak ada waktu bermain game kesukaan, menonton film baru, dan lain-lain. Karena sebagai orang tua ya kita harus meluangkan sebanyak mungkin waktu yang kita miliki untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan si buah hati supaya kita bisa mengamati dan mengawasi tumbuh kembang anak kita.

Intinya sih sebagai orang tua, kita harus bisa menikmati setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup sebagai orang tua. Jika kita dipercayakan untuk membesarkan anak yang merupakan titipan Tuhan dalam hidup kita, maka syukurilah dan nikmatilah itu karena gak semua keluarga atau pasangan suami istri mendapatkan kesempatan tersebut.

Susah senang itu tinggal permasalah apakah kita bisa menikmati prosesnya atau tidak. Manfaatkanlah setiap waktu yang ada, untuk bekerja, untuk istrirahat, dan terutama untuk bermain bersama si kecil.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis