Its My Family

Ayah, Ibu, Biarkan Aku Dewasa

oleh arpan

20 March 2018

iT’s Me- Aku adalah wanita bugis yang tinggal dipedesaan sulewesi bagian tengah, nama kampungku adalah desa parigi mautong. Tempat tinggalku jauh dari perkotaan. Orang tuaku sangat disiplin kepadaku, mungkin karena aku wanita. Kini aku tinggal jauh dari mereka, tapi perhatian yang menurutku berlebihan, masih terasa. Terkadang aku merasa tidak bisa sedikit kebebasakan dalam diriku. Lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan terimaksih dan harapanku kepada mereka berdua.

Ayah, Ibu…tahukah kalian kalau anakmu ini sudah dewasa, jauh berbeda saat aku masih tinggal bersamamu. Anak kalian yang lugu itu kini hanyalah kenangan, aku tahu begitu banyak kekuatiran dalam benak kalian. Namun, kekuatiran itu membuat anakmu sulit menjadi dewasa. Ayah, Ibu… aku tahu kekuatiran yang selalu menghantui karena kalian takut kalau terjadi sesuatu pada anakmu ini, sebab dipikiran kalian dunia ini sangat kejam, khususnya bagi seorang wanita.

Ayah, Ibu…. biarkan aku mengenal duniaku sendiri dengan segala liku-likunya. Izinkan anakmu ini menjaga apa yang ada dalam dirinya, yang aku butuh hanyalah doa terbaikmu. Bila suatu hari aku jatuh, bahkan tertatih, biarkan aku mengangkat diriku sendiri. Aku pun ingin mengenal dan merasakan garam yang kalian cicipi selama bertahun bertahun, hingga aku bisa ada didunia ini. Karena aku sadar dengan cara itu aku dapat memgenal diriku dan Tuhanku.

Aku akan terus berdoa agar ayah dan ibu bisa memahamiku, tetap menyangiku walau nanti aku tidak menjadi seperti kalian harapkan. Aku selau menjadi yang terbaik, menjadi anak yang ayah dan ibu harapkan. Tetapi kenyataan selalu membuatku jauh dari harapan ayah dan ibu, aku tidak akan membiarkan diriku jauh dari harapan ayah dan ibu. Percayalah, aku sudah cukup matang untuk memikirkan jalan keluar dari setiap masalahku. Aku tidak ingin ayah dan ibu menghabis waktu dan tenaga untuk menjagaku. Aku masih puny adik untuk di perhatikan, mugkin ayah dan ibu mulailah foku ke mereka. Karena merekalah yang layak mendapat perhatian lebih dari ayah dan ibu.

Aya, ibu…aku sudah melihat betapa beberapa temanku yang merasa di tekan oleh kedua orang tuanya. Mereka bercerita kepadaku bahwa mereka juga sangat paham apa yang di inginkan orangtua mereka itu baik, orangtua mereka ingin anak-anaknya menjadi sukses dan berbakti kepada orangtua mereka. Tetapi aku melihat kalau mereka mulai mengalami masa-masa rumit, dimana mereka harus melepas apa yang seharusnya menjadi pilihan mereka. Seperti, jurusan yang mereka sukai, pekerjaan yang mereka cintai bahkan kekasih yang mereka yakini sebagai pendamping hidup mereka. Mereka harus melepas semua hanya karena harus mengikuti keinginan kedua orangtuanya.

Ayah, Ibu..aku tidak ingin menjadi seperti mereka, aku ingin menjalani apa yang kau pilih, khususnya pekerjaan. Pekerjaanku saat ini memang tidak memiliki masa depan seperti pegawai negeri sipil, tetapi tidak semua PNS sukses dan bahagian dengan pekerjaannya. Aku ingin melakukan lebih, aku ingin berkreasi dan berinovasi aku ingin mandiri. Suatu saat akku juga ingin bebas dengan pekerjaanku, ketika aku tidak lagi menjadi karyawan. Dan aku akan terus berusaha menjadi bos, kalau perlu menjadi pemilik satu perusahaan atau bisnis. Ayah, Ibu…doakan aku!

Menjadi tumbuh dewasa adalah hal yang seharusnya aku alami, kalian tidak bisa terus mengawasiku siang dan malam. Ayah, Ibu.. jangan khwatir jika dewasaku justru menimbulkan murka. Bagiku, sudah cukup kalian menjagaku dengan segenap upaya. Saatnya aku mengenal dunia tanpa batas ini, biarkan aku berkeliling ditiap sudut dunia yang kian termakan oleh waktu. Mencari jawaban dari segala sesuatu yang dulu hanya bisa aku hayalkan adalah tujuanku. Ayah, Ibu… suatu saat aku akan pulang dan membuat kalian tersenyum dengan pilihan hidupku. Aku sayang kalian. -nuraisyah-

arpan