itsme.id – Wahhh, pembahasan menganai “Ndeso” lagi booming nih. Rekan kerja saya, si Arpan, lagi menulis tentang ndeso, jadi tulisan ini sekedar mengikuti dan melengkapi aja. Apalagi setelah proses pelaporan terhadap anak penguasa negeri ini oleh orang-orang yang tersungging dan menganggap ini sebagai sebuah ‘penistaan’. Jadi pambahasan mengenai kata ndeso ini menjadi semakin heboh. Sambil saya merebus singkong dan mengulek sambal terasi, mari kita bahas sejenak, sebenarnya ada apa dengan kata ndeso ini?

Kata ndeso pernah populer dulu, ketika seorang pelawak fenomenal, Tukul, sering mengucapkannya dalam reality show miliknya disebuah media tv swasta. Digunakan untuk mengejek penonton yang menurutnya agak kuper, kata ndeso pada saaat itu tidak menyebabkan masalah. Baru kemudian akhir-akhir ini, setelah kata tersebut digunakan oleh si mas bro kaesang dalam vlog miliknya di youtube, kata ndeso kembali popular, terutama dikalangan hatters-nya. Ah, ada-ada saja mas bro Kaesang ini.

Memang benar, dalam vlog milikinya, mas Kaesang sempat menyorot pada perilaku unik dari masyarakat akhir-akhir ini, dimana anak akan meminta keringanan atau proye-proyek daerah karena bapaknya yang penguasa, atau dilarang mengurus jenazah jika sebelumnya almarhum/almarhumah adalah spendukung salah satu paslon kepala daerah, atau anak-anak yang teriak-teriak membangunkan sahur menggunakan kata ‘bunuh!’. Bagi saya sih itu sah-sah saja, sebagai pemerhati masalah sosial mas Kaesang hanya ingin menunjukkan kepeduliannya. Seharusnya jika kta ingin maju dan berkembang, ya harus menerima itu sebagai sebuah kritik yang membangun.

Aneh memang jika melihat tingkah laku unik dari para hatters si mas bro, apalagi yang bapaknya adalah penguasa negeri ini. Mulai dari ‘bersiul’ ketenaran si mas bro karena bapaknya presiden lah, jadi katanya dianggap memanfaatkan ghetoooo… mungkin si mas bro terlalu tangguh untuk dijatuhkan oleh para hatters-nya, ya dianya sih cuek aja. Ibarat kata pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu.

Sepertinya memang analisa para penulis bangsa ini memang benar. Mengapa? Kata ndeso yang diucapkan oleh si mas bro menjadi masalah karena ya ada U di balik B. denger-denger sih karena bapaknya yang adalah penguasa negeri ini.

Jika memang murni ada unsur penistaan, ya laporkan yang lain juga doooong.. kana da banyak tuh di medsos yang berkoar-koar dan bilang ndeso. Jangan hanya si mas bro dong. NDESO!!

Bagi saya mereka itu tidak layak disebut ndeso. Kelakuan mereka yang tersinggung dengan video si mas bro lebih buruk dari kami wong ndeso. Karena yang namanya wong ndeso tidak pusing dengan hal-hal sepele macam itu. Bagi kami, wong ndeso, lebih baik kami menghabiskan waktu dengan mencari nafkah bagi keluarga dengan bekerja di kebun, makan singkong rebus atau pisang rebis, sambil dicocol sambal terasi ala cobek. NDESO!! (DerielHD)