Its My Life

Asian Games, Energy of Asia, Energy of Indonesia!

oleh DerielHD

5 September 2018

Akhirnya, setelah kurang lebih dua pecan berjalan, Asian Games, atau perhelatan olahraga negara-negara se-Asia selesai sudah. Banyak kisah menarik dalam perjalanan para atlit yang ikut berlomba untuk memberikan yang terbaik buat negaranya dan yang pasti, ada rasa rindu bagi mereka yang telah meninggalkan keluarga dengan waktu yang begitu lama.

Indonesia, sebagai tuan rumah Asian Games juga mendapatkan banyak sekali pujian. Bukan hanya dari para atlit yang bertanding dan official masing-masing negara yang datang, akan tetapi pujian-pujian juga datang dari berbagai negara lain yang diluar benua Asia. Memang seharusnya yang menjadi tuan rumah adalah Vietnam, akan tetapi karena biaya yang sangat besar akhirnya mereka mengundurkan diri sehingga Indonesia akhirnya menerima tantangan tersebut. Banyak pihak yang awalnya pesimis dengan kesiapan Indonesia, terutama dari segi infrastruktur, dan gubernur Jakarta saat itu, Pak Ahok, akhirnya menerima tantangan itu sekaligus menerima bendera estafet penyelenggara Asian Games.

baca juga : Fakta menarik Asian Games ke-18

Siapa yang menyangka, meskipun dengan waktu persiapan yang tergolong sangat singkat, hanya tiga tahun, namun baik Jakarta maupun Palembang, bebenah dan berubah secara luar biasa. Jalan-jalan baru, fasilitas olahraga dan fasilitas akomodasi atlit dibangun, bahkan kemacetan juga ikut menjadi ‘korban’ demi mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah yang baik di Asian Games ke-18 ini.

Ya, semangat itulah yang akhirnya menular ke seluruh masyarakat bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke seakan-akan dihipnotis oleh kemeriahan Asian Games, mulai dari opening ceremony dimana Pak Jokowi masuk ke stadion dengan moge, pertunjukan kebudayaan yang megah, hingga ratusan ribu sukarelawan yang ikut mensukseskan pesta olahraga terbesar di Asia. Semua masyarakat (kecuali mereka yang sudah terlanur keracunan nafsu kekuasaan dan politik), berteriak untuk mendukung para atili yang bertanding. Sejenak kekisruhan dunia politik menjadi terlupakan, korban gempa Lombok juga memiliki cara yang istimewa untuk menghilangkan kegelisahan dan ketakutan karena gempa-gempa susulan yang tarsus terjadi, dan sampai kepada para atlit Indonesia yang berhasil mempersembahkan medali demi medali hingga akhirnya Indonesia bisa finis di peringkat 4 perolehan medali total, dan kebesaran hati para atlit yang ikut mempersembahkan setiap kemenangan mereka untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah di Lombok.

Ya terserah mau di klaim sebagai keberhasilan siapa, meskipun tanpa kesigapan panitia dan pemerintah saat ini Asian Games tidak akan sesukses ini, tetapi bagaimanapun juga semangat Asian Games telah berhasil mempersatukan bangsa kita yang saat ini sedang tercerai-berai dipisahkan oleh perbedaan sikap politik. Semangat itulah yang seharusnya terus dipupuk kembali, supaya walaupun Asian Games sudah selesai, tetapi semangat persatuan dan kesatuan harus terus terjaga dooooongggg….

baca juga : Ketika Kasi Heroik dibalas Nyinyir

Suksesnya perhelatan Asian Games sudah membuka mata dunia dan memberikan gambaran baru bahwa Indonesia sudah siap untuk event yang lebih besar lagi. Semoga aja ya sobat, proposal Indonesia untuk menjadi tuan rumah di Olimpiade tahun 2032 mendapat persetujuan dari semua negara peserta. Biar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia bisa bersaing dan bisa lebih baik lagi dari negara-negara lainnya.

Terima kasih untuk para atlit yang sudha berjuang hingga tetes keringat terakhir dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Perjuangan kalian akan selalu kami kenang. Teruslah menjadi kebanggaan bangsa ini, dan teruslah menjadi teladan untuk generasi penerus kalian dimasa yang akan datang. Semangat Asian Games, adalah semangat kita semua sebagai bangsa Indonesia. it’s the Energy of Asia! and yes, it’s the Energy of Indonesia too!

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis