Its NOT Me

Asal Bukan Jokowi, Lalu siapa?

oleh DerielHD

4 December 2018

Politik, sebuah kata yang hingga saat ini terus menjadi senjata mematikan yang sedang mengganggu kerukunan diantara anak bangsa. Bukan hanya itu saja, Politik bahkan sedang menjajah dan memecah rumah tangga. apalagi jika yang menjadi rujukan ibu-ibu belanja ke pasar adalah pernyataan-pernyataan dari orang yang saat ini denagn mencalonkan diri menjadi Capres dan Cawapres.

Bukan lagi rahasia umum bahwa orang-orang yang tidak senang dengan kepemimpinan pemerintah saat ini secara tidak langsung sedang mengatakan bahwa silahkan yang memimpin siapa saja, asal bukan Jokowi. Kok ada kesamaan dengan kasus waktu koh Ahok memimpin DKI ya? Bukankah kata-katanya juga sama? Asal bukan Ahok! Hingga akhirnya tidak terpilih lagi meskipun hampir seluruh Indonesia yakin bahwa dirinya masih akan memimpin DKI.

Siapa yang tidak senang jika Jokowi memimpin? Apakah warga atau masyarakat Indonesia? Bukan! Yang tidak senang dengan Jokowi adalah mereka yang ‘ladang’ dan ‘mata pencaharian’nya di rampas oleh Jokowi. Pintu-pintu korupsi di tutup, setiap celah sekecil apapun yang sekiranya bisa membuat oknum-oknum maling itu merampas kekayaan bangsa untuk memperkaya diri sendiri, semuanya dimatikan oleh Jokowi. Proyek-proyek mangkrak diselesaikan, yang otomatis mempermalukan pihak sebelah yang menjabat sebelumnya. Infrastruktur dibangun merata diseluruh pelosok negeri, supaya distribusi kebutuhan pokok semakin mudah yang akhirnya memotong mata rantai merajalelanya para tengkulak jahat. Lintah-lintah darat mati kelaparan, tikus-tikus berdasi sengsara ditengah dinginnya udara didalam selokan.

bca juga : Ada apa dengan tampang kami?

Tetapi rakyat kebanyakan tidak tahu itu. Mereka yang minim akses terhadap dunia informasi semisal internet dan minimnya pengetahuan akan teknologi, akhirnya dengan mudah ngikut bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, tidak perduli apakah informasi yang mereka dengar itu benar atau salah.

Dengan dalih bela agama dan demi kepentingan rakyat, segelintir orang memutar balikkan fakta mengenai kinerja pemerintah menjadi seolah-olah negatif. Hina sana, hina sini, seolah mau berkata ‘yang penting bukan Jokowi!’. Apakah mereka benar-benar peduli? Ya nggak lah! Lihat saja, demo demi demo dilakukan, mereka yang berkepentingan dengan nyamannya berbaring di hotel berbintang dengan segala kemewahannya, sambil ketawa-ketiwi membayangkan apa yang akan terjadi di demo nanti. Sementara mereka yang meramaikan demo? Mereka berbaring dipinggir jalan sambil menatap bintang. Sambil meyakinkan diri bahwa ini demi memperjuangkan hak rakyat. Mereka tidak sadar jika mereka sedang dimanfaatkan untuk mendapatkan kekuasaan yang telah lama dirindukan.

Asal bukan jokowi! Gak apa-apa teriak merendahkan, lagipula kinerjanya jelek. Setidaknya itu kata mereka yang ingin Jokowi tidak terpilih lagi dan gantian mereka yang menguasai bangsa ini dan bertindak sesuka hatinya dewek.

Permasalahannya, selama ini masyarakat belum mendengar satupun program dari penantang untuk bisa mengimbangi kinerja petahana. Yang ada hanyalah kalimat-kalimat merendahkan, kalimat-kalimat penuh kebencian, dan kalimat-kalimat kosong tanpa makna. Mau jadi apa bangsa kita nantinya?

Kami masyarakat tidak mempermasalahkan siapa yang akan memimpin, selama mereka benar-benar menjalankan amanah yang sudah dipercayakan. Kami hanya ingin pemimpin siapapun yang dipilih benar-benar peduli dengan warganya, bukan hanya sekedar melakukan tarian bangau kejepit tempe ditengah indahnya kebun pete. Kami butuh karya nyata, bukan omong kosong menyayat hati.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis