Its My Faith

APAKAH KEMATIAN ITU?

oleh arpan

14 September 2018

Kematian sebenarnya adalah semacam “perintah eksekusi” yang telah terprogram di dalam setiap kromosom kita. Di ujung setiap untai kromosom ada simpul batas bernama “telomere”. Untai kromosam ini diyakini oleh para ilmuwan genetika bisa memberikan informasi tentang umur manusia–baik umur yang telah dilewati maupun yang masih tersisa. Semakin pendek ukuran telomere, artinya usia hidup seseorang semakin pendek pula. Oleh karena itu, selain karena musibah yang menyebabkan kematian, kematian itu sendiri sebenarnya adalah “perintah eksekusi” yang telah terprogram di dalam kromosom kita.

Para ilmuwan (Alexei Olovni, Leonard Hayflick, dan Howard Cooke) pada periode 1970-1985 telah menemukan bahwa telomere merupakan pita DNA yang memiliki panjang tertentu. Telomore mengontrol kematian dan penuaan pada sel. Telomere adalah bagian paling ujung dari DNA linear. Meskipun termasuk dalam untai DNA, telomere tidak mengode protein apa pun, sehingga ia tidak termasuk dalam kategori gen. Telomere berperan penting dalam menjaga kestabilan genom pada tiap sel. Dengan adanya telomere, maka penggandaan DNA yang berlangsung sebelum pembelahan sel dapat dilakukan secara tuntas. Namun, di sisi lain, telomere juga akan jadi lebih pendek setelah setiap pembelahan sel, hingga mencapai batas kritis ketika telomere tidak bisa melakukan tugasnya lagi. Di sini, sel menjadi tua dan mati.

Dari berbagai penelitian diketahui bahwa telomere memang telah terprogram untuk melakukan pembelahan sel sebanyak jumlah tertentu. Ajal memang telah ditentukan di dalam setiap sel berdasarkan jumlah pembelahannya. Ketika jumlah pembelahan sel telah mencapai batas maksimal, maka proses pembelahan sel pun akan berhenti, hingga terjadilah proses “pemusnahan diri” sampai sel mati.

Apa yang akan terjadi ketika kita mengetahui fakta tentang genetika manusia ini? Saya lebih suka pandangan Miyamoto Musashi, seorang samurai Jepang pada masa lalu, yang berkata: “Kita semua pasti mati, maka jangan berpikir tentang mati, berpikirlah tentang hidup.

Jadi semua manusia saat ini memang tengah beranjak tua, sebelum kematian benar-benar tiba. Kita bisa sedih, bisa tegang, bisa santai, atau biasa-biasa saja. Seluruh hidup kita adalah pelajaran rumit menuju “akhir” itu. Manusia, semua manusia, memang terbukti pasti akan berakhir.

from: Mansur Abadi [email protected]Anggota World allience religious peace (Warp ) international

arpan