iT’s Me- Istriku, hari ini anak kita wisuda. Saat aku duduk di barisan belakang sambil melihat anak pertama kita gladi resik untuk wisudanya aku benar-benar sangat merindukanmu. Istriku, andai kau ada di sini melihat anak kita yang akan wisuda, pasti kau akan tersenyum bahagia dan bangga melihatnya. Entah harus bagaimana, yang jelas aku sangat ingin melihat senyum bahagiamu sambil memeluk anak kita di hari spesialnya.

Tidak di sangka, orang tua yang melihatku masih membicarakan dirimu. Awalnya Mereka hanya menyampaikan duka cita atas kepergianmu. Hari itu, mereka membicarakan sosokmu yang begitu lembut, sosok teman yang begitu santun dan pribadi yang sederhana dan bersahaja. Mata seorang ibu yang membicarakanmu mulai berkaca-kaca. Istriku, ternyata kau adalah sosok wanita yang di cintai banyak orang.

Saat di parkiran, seorang supir berlari-lari kecil menemuiku dan menyampaikan duka cita atas kepergianmu, dia merasa kehilangan seorang ibu yang sering memberi masukan padanya. Dia juga bilang kalau kamu adalah seorang ibu yang sangat baik, ramah dan tidak pilih kasih dalam berteman. Mau berbaur dan bercanda bersama saat menunggu anak-anak pulang sekolah.

Tidak lama kemudian beberapa supir berdatangan sambil mengungkapkan duka citanya. “Sungguh kami kehilangan seorang ibu yang sangat baik.”, itulah ungkapan yang terlontar dari kerumunan supir diparkiran sekolah.

Saat aku diberitahu bahwa supir-supir di sekolah masih membicarakan sosokmu, aku sadar bahwa dirimu telah menginspirasi banyak orang. Sungguh aku sangat merindukanmu istriku, hingga saat ini aku masih merasa menggenggam tanganmu dalam hati dan pikiranku.

Aku tahu dirimu telah tenang di sana, DIA lebih menyayangimu. Engkau telah mengakhiri pertandingan dengan baik, telah mencapai garis finish dan memelihara imanmu untuk-Nya. Bagiku, engkau layak mendapatkan tempat terbaik.Amin! (E.B)



Latest posts by arpan (see all)