iT’s Me- Terlahir dari orang tua ndeso di desa terpencil sulewesi tengah, bukanlah sesuatu yang harus di sembunyikan. Justru saya bahagia tinggal di desa, sebagai orang ndeso. Alam di sana masih sangat asri, gunung-gunung yang indah, tatanan padi nan hijau dan pantai-pantai yang tidak kalah menarik untuk di jadikan tempat rekreasi. Jika Tuhan mengizinkan dalam waktu dekat saya ingin berkunjung kesana.

Beratahun-tahun tinggal dengan suasana perkotaan ternyata mebuat saya jenuh, membuat saya rindu dengan suasana desa. Banyak hal yang yang saya rindukan di desa, selain alam dan udara yang masih segar, saya juga rindu dengan masakan-masakan orang ndeso. Seperti ikan bakar, udang bakar, kepiting rebus dan masih banyak lagi. Tentu makanan seperti ini susah kita dapatkan dikota, selain harganya yang mahal rasannyapun berbeda jauh dengan yang anda di desa saya.

Saya bangga lahir dari orang tua ndeso, karena saya bisa besar di tempat dengan suasana sejuk nyaman dan indah. Inilah yang terlintas di pikiran saya saat mendengar kata ndeso. Saya sudah tiga tahun di bogor dan sampai saat ini masih menyempatkan waktu untuk ke puncak, dimana saya bisa merasakan suasana pedesaan menghirup udara segar dan rehat dari semua aktifitas-aktifitas yang kadang membuat pikiran kacau balau. Pedesaan bisa jadi obat penenang untuk orang-orang kota, buktinya setiap weekend bogor banjir mobil dari orang-orang jakarta, mereka berlomba-lomba untuk merasakan suasana desa dan keunikan orang-orang ndeso.

Saya yakin, pasti kalian juga merindukan suasana desa, bermain dengan anak-anak ndeso. Orang ndeso dan orang kota harus saling melengkapi, jangan ada permusuhan antara aku dan kalian. Meskipun sudah melalang buana, tetap saja masih membutuhkan suasana perdesaan  dan  merindukan orang-orang ndeso. Itu karena ndeso dan orang kota saling membutuhkan!



arpan
arpan

Latest posts by arpan (see all)