iT’s me- Bagiku hidup ini tidak seperti air mengalir, karena arah hidup tidak semua mengalir kebawah. Dalam hidup ada orang yang harus terjun, menanjak, bahkan ada harus yang menganga dahulu tiba-tiba  dijatuhkan air dari atas. Hidup ini penuh perjuangan, menggerakkan kemampuan dengan sungguh-sungguh agar mencapai tujuan yang sebenarnya. Kemudahan dalam kesulitan yang kita alami adalah bentuk pertolongan Allah yang tidak kita sadari. Kita akan diberikan berbagai jalan, seperti jalan melalui sungai-sungai hingga celah-celah kecil. Aku kamu dan mereka akan berupaya keras agar sampai ketujuan, tidak peduli seperti apa medan yang akan ditempuh. Itulah yang dinamakan ujian dalam islam, setiap manusia punya kadarnya dalam menempuh setiap ujian yang diberikan.

Aku dan kamu tidak akan pernah bisa membandingkan apa yang kita miliki dengan yang orang lain miliki, tidak akan mampu merasakan apa yang orang lain rasakan padahal kita tidak pernah mengalami, kalaupun ada orang yang mengatakan  “Saya merasakan apa yang kamu rasakan”, padahal dia tidak pernah mengalaminya, dia pasti hanya coba menghibur. Sekali lagi bahwa hidup ini tidak mengalir dengan sendirinya, harus bergerak untuk melawan gravitasi. Ketika semua orang mencoba menjadi sama, dalam hal apapun, harus ada berjuang untuk menjadi asing, menjadi berbeda dengan mereka.

Begitupun dengan islam, menjadi islam penuh dengan perjuangan, dan sejarah sudah mencatat itu. Islam yang harusnya menjadi rahmat untuk semesta alam, sekarang menjadi asing. Sekelompok orang tidak henti-hentinya mencatut nama islam, memutuskan silaturahmi dalam persamaan-persamaan yang sudah ada, kemudian menjadikan islam Maha keras dan Maha Menghakimi. Agamaku yang Maha baik, kini menjadi asing ditelinga mereka!

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).

Kurniawan Gunadi-