Its My Faith

Adab Berdoa Dan Teguran Rasulullah Terhadap Suara Takbir Yang Keras!

oleh arpan

29 November 2018

Islam di kenal sebagai agama rahmat untuk semesta alam, memberikan kebaikan dan keselamatan bagi peganutnya. Meskipun dalam dalam implementasi berbeda beda, setiap individu memiliki pemikiran dan cara tersendiri dalam mengartikan islam sebagai rahmat. Ada juga yang mengamalkan dengan cara over vokal, bahkan keras dan radikal menurut sebagian orang. Sebenarnya dalam islam ada yang namanya adab dalam beragama, adab ini sangat penting. Di dalam adab terdapa sopan santun, baik secara prilaku kepada sesama manusia maupun segala hal yang berhubungan dengan ketuhanan. Islam sangat menjunjung tinggi adab-adab dalam beragama dan tata cara beribadah. Hal sederhana adalah tentang adab berdoa, dalam adab berdoa seperti dalam QS. Al A’raaf (7) : 55 yang artinya:

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Ayat ini terkandung adab-adab berdoa kepada Allah. Karena berdoa merupakan munajat dari kita kepadan-Nya, dengan harapan Allah akan mengabulkan doa kita. Karena kita semua paham bahwa Tuhan itu maha mendengar maka sebagai hamba tentulah kita akan memperhatikan adab-adab ini. Berdoa dengan kerendahan hati dan suara yang lembut, berserah diri, menanggalkan sombong dan angkuh diri. Oleh karena itu berdoa di hadapan Alllah harusnya dengan adab, yaitu dengan suara lembut dari hati , karena Allah Maha Mendengar bahkan yang tidak terucap.

Kalau misalnya kita berdoa dengan suara keras bisa saja menghilangkan kekhusyukan atau bisa juga menjurus kepada ria sehingga kemungkinan Doa tidak di jabah. Maka menurut saya, tidak perlulah kita berdoa dengan suara keras. Bukankah Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui .

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asyari r.a. dia berkata: Ketika kami bersama-sama Rasulullah dalam perjalanan, terdengarlah orang-orang membaca takbir dengan suara yang keras. Maka Rasulullah bersabda: Sayangilah dirimu jangan bersuara keras karena kamu tidak menyeru kepada yang pekak dan yang jauh. Sesungguhnya kamu menyeru Allah Yang Maha Mendengar lagi Dekat dan Dia selalu beserta kamu. (H.R Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al ‘Asy’ari)

Bersuara keras dalam berdoa bisa mengganggu orang, lebih-lebih orang yang sedang beribadat, baik dalam masjid atau di tempat-tempat ibadat yang lain, kecuali yang dibolehkan dengan suara keras, seperti talbiyah dalam musim haji dan membaca takbir pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Allah subhanahu wa ta’ala memuji Nabi Zakaria a.s. yang berdoa dengan suara lembut.

Firman Allah: Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (Q.S Maryam: 3) Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Maksudnya dilarang melampaui batas dalam segala hal, termasuk berdoa.

Allah sudah menentukan batasnya, seharusnya kita memperhatikannya. Melampauhi batas adalah sesuatu amat kerasa larangannya. Segala hal yang melampauhi baatas akan merusak, kita semua tahu itu!

lalu bagaimana dengan doa-doa lantang dan teriakan Tabir yang akhir-akhir ini marak digaungkan, apakah Allah dan Rasulullah berkenan dengan hal tersebut? Semoga saja iya. Karena jika tidak sia-sialah semua!

Refrensi: Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 55. Oleh Kementrian Agama RI

arpan