Its NOT Me

Ada apa dengan tampang kami?

oleh DerielHD

28 November 2018

Ya, ada apa, Pak? Ada apa dengen tampang kami ini? Mengapa kami akan diusir ketika masuk hotel? Mengapa kami tidak bisa mengajukan pinjaman ke Bank? Mengapa kalo kami jadi diver Ojol? Ada yang salah Pak? Mengapa juga jenggot kami dibawa-bawa dalam pidato bapak yang selalu out of the box?

Kami sadar pak kalau kami ini memang gak punya tampang orang kaya seperti bapak, kehidupan tidak seenak kehidupan bapak, dan memang kami belum pernah menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan seperti bapak. Gak perlulah bapak teriak sampai air liur bapak berhamburan tak beraturan kesana-kemari, kasihan orang yang nantinya akan mengunakan microphone setelah bapak loh..

Pak, bukan salah kami jika kami memiliki tampang seperti ini. Kami juga tidak bisa memilih keluarga mana yang akan menjadi orang tua kami. Semuanya itu sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Tetapi bapak sama sekali tidak mempunyai hak untuk merendahkan kami, apapun latar belakang kami dan keluarga kami.

baca juga : Tentang Politisi Kita

Bapak ingin berkuasa? Silahkan saja, tidak ada yang melarang. Akan tetapi gunakanlah cara-cara yang lebih elok nan rupawan, seperti kegagahan bapak dimasa muda. Tidak ada yang melarang bapak jika memang hendak melakukan hal yang menurut bapak baik bagi kami atau siapapun yang mendukung bapak. Tetapi kok pidato bapak terdengar sangat mengerikan ya? Meskipun film horror sudah mengandung kengerian yang begitu luar biasa, akan tetapi mendengarkan pidato bapak membuat ledakan-ledakan kecil di ruang imajinasi saya.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181109010901-32-345147/bawaslu-periksa-pelaporan-prabowo-soal-tampang-boyolali

Pidato bapak ngeri dan sangat merusak imajinasi anak bangsa. Bagaimana kami tidak takut pak, meskipun mungkin maksud bapak itu baik, akan tetapi ngeri lho pak, lebih ngeri dari nonton film Susana di dalam kandang buaya yang kelaparan.

Ada apa dengan tampang kami pak, apakah salah jika kami memiliki tampang yang tidak sama dengan tampang bapak atau orang yang masuk dalam golongan bapak?

Ada apa dengan kami jadi tukang ojek pak? Apakah salah jika kami, meskipun sarjana, tapi jadi tukang ojek online? Bukannya itu halal pak? Daripada kami mencuri dan makan yang bukan hak kami seperti para politikus yang saat ini ketakutan karena akan dipanggil KPK.

baca juga : Mengapa sehat jasmani dan rohani itu perlu?

Mana yang lebih baik pak? Yang mana yang masuk akal menurut bapak?

Ada apa dengan tampang kami? Bukan salah kami jika memang tampang kami bukan tampang orang yang bisa menjadi pemimpin hebat seperti bapak, tampang kami ndeso.

Bagi kami, tidak masalah jika kami bertampang seperti ini dan hanya jadi tukang ojek online. Itu lebih terhormat jika dibandingkan dengan anda dan kroni-kroni anda yang sok bertampang elok dan berotak encer tapi yang ‘bekerja’ hanya mulutnya saja, sibu kritik sana-sini tanpa ada hasil kerja yang jelas. Justru kami kasihan melihat anda dan pengikut anda. Sudah mengata-ngatai kami miskin dan hidup pas-pasan, namun masih saja mengharapkan belas kasihan kami, mengharapkan sumbangan duit dari kami, dan memilih kalian jika pemilu nanti tiba.

Sesungguhnya yang membutuhkan belas kasihan itu siapa, kami yang bertampang seperti ini atau anda dan pengikut-pengikut anda yang hingga saat ini belum bebas menguasai? Kasihan warga lain yang gak ngerti apa-apa..

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis