Its NOT Me

Ada Apa Dengan AA Gym?

oleh arpan

4 May 2019

Di beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai di guyur hujan, dan tidak sedikit daerah yang mengalami banjir bandang. Kabupaten sigi dan dolo selatan misalnya, sampai hari ini bantuan kemanusiaan masih terus mengalir di daerah tersebut. Padahal belum juga sembuh dari luka gempa dan likuifaksi. Itulah sekilas peristiwa yang terjadi di wilayah Sulawesi bagian tengah. Mungkin tidak terlalu menarik untuk di bahas. Dan tidak terlalu menjadi sorotan jika di bandingkan dengan ibu kota Jakarta. O ya… Apa kabar Jakarta? Apakah sudah tenggelam? Sama halnya dengan daerah daerah lain, Jakarta pun saat ini terkena banjir. Banyak netizen mencoba membanding-bandingkan penanganan banjir era Ahok dan Anies, tentu ada pro dan kontra.  Dan jelas penanganan banjir era Ahok lebih cepat dan tepat di banding Anies, bahkan Anies sendri mengakui kehebatan Ahok menangani banjir. Tapi tidak perlu membanding bandingkan karena tanpa dibandingkan pun sudah sangat jelas perbedaannya.

Membahas penanganan banjir era Ahok dan Anies mungkin masih belum menarik, sepertinya akan lebih menarik jika kita membahas respon salah satu ustad kondang yang cukup menarik perhatian akhir akhir ini, khususnya mengenai banjir Jakarta. Siapa lagi kalau bukan Ustad AA gym. Yang menarik dari Ustad ini adalah cuitannya soal banjir era Ahok dan era Anies. Berikut cuitan Beliau Era Ahok :

Lalu bandingkan cuitan Beliau di Era Anies:

Dari cuitan ini timbul pertanyaan “Ada apa dengan AA Gym?”. Apakah karena Ahok Nasrani dan Anies Islam? Atau karen Ahok kasar dan Anies santun? Tapi cuitan Netizen dibawah  sepertinya sudah cukup menjawabnya:

Dalam beberapa konteks dan dari sudut jauh saya memandang, Jakarta memang butuh pemimpin yang paham mengatasi permasalahan Jakarta, khususnya soal banjir. Tidak hanya tahu bicara dengan segudang terobosan teori, tapi butuh realisasi dan harus ada ketegasan dalam realisasi tersebut, hanya senyum manis tidak cukup untuk kerumitan jakarta. Karakter Gubernur sebelumnya sudah pas untuk para mafia dan oknum oknum keras kepala. Tetapi faktanya masih banyak kita rakyat Indonesia dengan budaya sopan santunnya tidak terbiasa dengan karakter keras dan galak. Selain karena surah Al Ma’dah, dalam cerita Ahok dan jakarta seolah olah ingin meninggalkan pesan “ Bisa kerja atau tidak bukan masalah, asalkan pemimpinnya mayoritas”. Tetapi kita bersyukur bahwa pak Anies bisa kerja juga, Insyaallah!

Meskipun Indonesia mayoritas Islam tetapi tidak bisa di nafikan bahwa negara kita ini bukan negara Islam. Jadi  di mata negara setiap warga negara memiliki hak yang sama apapun latar belakang, suku dan agamanya. Tetapi memang sebagai mayoritas  untuk menjadi adil itu sedikit sulit, karena kita selalu mementingkan kelompok sendiri, saya pun kadang merasakan itu. Kita bersyukur, seperti apapun situasi negara kita saat ini,  di dunia nyata kita masih merasakan nyaman, biarkanlah dunia maya terus berperang. Dan semoga hanya sebatas media sosial  dan tidak  membias ke dunia nyata. AA Gym memahami yang sesungguhnya,  tidak harus menjelaskan semua!

arpan